Mahasiswa Tingkat Akhir STIMI Samarinda Digembleng Manfaatkan AI untuk Riset dan Analisis Keuangan

Poskaltim.id, SAMARINDA — Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Samarinda menggelar Pelatihan Artificial Intelligence dan Business Intelligence untuk Analisis Data Keuangan bagi mahasiswa STIMI Samarinda.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibuka pada Selasa (27/10/2026) bertempat di Kampus STIMI Samarinda, Jalan M. Yamin, dan diikuti khusus oleh mahasiswa semester akhir.

Berbeda dari pelatihan satu hari pada umumnya, kegiatan ini dikemas dengan model coaching clinic. Setelah pembukaan pada 27 Oktober, pelatihan berlanjut dalam tiga kali pertemuan yang digelar sepekan sekali. Pendampingan dilakukan hingga peserta benar-benar mampu memaksimalkan fungsi kecerdasan buatan (AI) dalam membantu penelitian ilmiah.

Peserta dibatasi bagi mahasiswa semester akhir yang tengah menyiapkan tugas akhir. Mereka dibimbing memanfaatkan AI untuk menelusuri referensi, menyusun kerangka penelitian, dan mengolah data. Peserta juga dikenalkan pada business intelligence untuk menganalisis dan memvisualisasikan data keuangan secara lebih cepat dan akurat.

Pelatihan dipandu tim dosen Jurusan Akuntansi Polnes, yakni Angga Kusumah, S.S.T., M.M., selaku ketua tim, bersama Sigit Hartoko, S.S.T., M.E., dan Aris Tri Cahyono, S.E., M.SA. Dalam setiap sesi, peserta langsung praktik dengan data dan topik penelitian masing-masing, lalu mendapat umpan balik dari pemateri.

Ketua Tim Pengabdian Jurusan Akuntansi Polnes, Angga Kusumah, S.S.T., M.M., mengatakan kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata mahasiswa. Banyak mahasiswa tingkat akhir sudah mengenal AI, tetapi belum memakainya secara terarah untuk penelitian.

“Kami ingin AI tidak sekadar dipakai untuk bertanya, tetapi menjadi asisten riset yang membantu mahasiswa berpikir lebih sistematis. Ditambah business intelligence, mereka bisa membaca data keuangan dengan cara yang lebih tajam,” ujar Angga.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan diukur dari hasil nyata peserta. “Di akhir pertemuan ketiga, kami berharap setiap peserta sudah mampu menerapkan AI pada penelitiannya sendiri, mulai dari menyusun kerangka hingga menganalisis data. Ini wujud komitmen Polnes untuk berbagi ilmu yang langsung bermanfaat bagi masyarakat kampus,” jelasnya.

Ketua Program Studi Manajemen STIMI Samarinda, Dr. Bejo Santoso, S.E., M.M., menyambut baik kolaborasi dengan Polnes. Menurutnya, pelatihan ini datang di saat yang tepat bagi mahasiswa tingkat akhir.

“Mahasiswa semester akhir sedang berada di fase paling menentukan, yaitu menyelesaikan skripsi. Kami ingin mereka tidak gagap teknologi. AI dan business intelligence harus menjadi alat bantu yang membuat penelitian mereka lebih berkualitas, bukan jalan pintas,” ujar Bejo.

Ia berharap kerja sama dengan Jurusan Akuntansi Polnes terus berlanjut. “Kolaborasi antarkampus seperti ini memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Ke depan kami ingin program serupa menjadi agenda rutin,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping dari STIMI Samarinda, Dr. Yurdi Maulidani, S.HI., ME, menjelaskan alasan pelatihan dibuat dalam beberapa pertemuan. Menurutnya, kemampuan menggunakan AI tidak bisa dikuasai dalam satu kali tatap muka.

“Karena itu kami pilih model coaching clinic. Mahasiswa didampingi tiga pekan berturut-turut, membawa masalah penelitiannya sendiri, lalu dicarikan solusinya bersama pemateri. Target kami jelas, mahasiswa keluar dari pelatihan ini dengan keterampilan yang benar-benar terpakai,” kata Yurdi.

Ia juga mengingatkan pentingnya etika akademik. “AI membantu mencari, merangkum, dan mengolah data. Namun pemikiran, analisis, dan kejujuran ilmiah tetap harus datang dari mahasiswa itu sendiri,” tegasnya.

Antusiasme terlihat dari para peserta. Muhammad Surban mengaku selama ini hanya memakai AI untuk pertanyaan sederhana.

“Ternyata AI bisa membantu memetakan referensi dan menyusun kerangka penelitian. Ini sangat membantu saya yang sedang mengerjakan skripsi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Rafli A. Ia menilai materi business intelligence membuka wawasannya dalam mengolah data keuangan. “Data yang tadinya hanya angka di tabel bisa diubah menjadi grafik dan dasbor yang mudah dibaca. Analisis jadi jauh lebih cepat,” katanya.

Ditempat yang sama, Muhammad Ade F.P. mengapresiasi model pendampingan berkelanjutan. “Karena ada tiga kali pertemuan, kami bisa langsung praktik di rumah, lalu membawa kendalanya ke pertemuan berikutnya. Kami tidak dilepas begitu saja,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Polnes dan STIMI Samarinda berharap lulusan tidak hanya siap menyelesaikan studi tepat waktu. Mereka juga diharapkan memiliki kompetensi digital yang dibutuhkan dunia kerja di era kecerdasan buatan. (*/adv)

 

About Redaksi

Check Also

Dosen Prodi Desain Produk Polnes Latih Siswa SMK TI Labbaika Buat HIasan Dinding dengan Teknik Rolled Paper

Melalui rolled paper technique, lembar HVS bekas dipilin dan dirangkai menjadi karya dekoratif interior. Poskaltim.id, …

Polnes Bangun Sistem Informasi Akuntansi Pada UMKM di Desa Loa Lepu Kutai Kartanegara

Poskaltim.id, KUKAR — Tim Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) kembali mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat …