Poskaltim.id, Samarinda – Gelaran Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 menjadi wujud nyata komitmen Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mendorong percepatan transformasi ekonomi melalui penguatan investasi yang berkelanjutan, sekaligus memperkokoh peran strategis Kaltim sebagai gerbang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mengusung tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 20-22 Oktober 2026 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Regional Investor Relations Unit (RIRU), bersinergi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
MIF 2026 menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor dalam menggali potensi investasi, memperluas peluang kerja sama, serta mendorong pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial sebagai motor penggerak transformasi ekonomi Kaltim.
Kegiatan ini diikuti oleh 321 calon investor dan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri, serta dihadiri oleh Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji, Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sekretaris dan Deputi Otorita IKN, Bupati/Walikota, serta sejumlah perwakilan negara sahabat.
Partisipasi calon investor serta pemangku kepentingan tersebut mencerminkan tingginya minat terhadap peluang investasi sejalan dengan sinergi dan komitmen pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Jajang Hermawan dalam sambutannya menyampaikan perekonomian Kaltim pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 3,35% (yoy), dengan kontribusi sebesar 46,70% terhadap perekonomian Kalimantan.
”Ketersediaan sumber daya alam membuka peluang pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi. Di sisi lain, kehadiran IKN turut memperluas peluang investasi di sektor perdagangan, logistik, akomodasi, dan jasa pendukung. Sementara Kepulauan Derawan dan Maratua menjadi potensi pariwisata unggulan untuk pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya bangga.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Otorita IKN, dan mitra strategis lainnya dalam mendorong peningkatan investasi, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat peran RIRU Kaltim sebagai katalis promosi investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan berkelanjutan di Kaltim.
MIF 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud. Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan realisasi investasi Kaltim pada 2025 mencapai Rp87 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp76 triliun.
”Dalam beberapa tahun terakhir, Kalimantan Timur juga konsisten berada dalam jajaran 10 besar daerah tujuan investasi nasional. Selain itu, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) turut menjadi penggerak utama pertumbuhan industri, hilirisasi, dan pengembangan berbagai kegiatan usaha bernilai tambah,” jelas Rudy Mas’ud.
Pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan empat Memorandum of Understanding (MoU) di sektor hilirisasi dan energi dengan potensi nilai investasi mencapai Rp32,7 triliun. Kerja sama tersebut meliputi pembangunan pabrik gasifikasi batu bara, serta kerja sama di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Penandatanganan ini menjadi langkah konkret untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan memperkuat penyediaan energi bagi pertumbuhan industri di Kaltim. MIF 2026 juga mencatat 51 sesi One-on-One Meeting (O3M) yang mempertemukan calon investor dengan 11 pemilik proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), serta menghasilkan 30 Letter of Intent (LoI).
Adapun proyek dengan LoI terbanyak adalah Kaltim Industrial Estate (KIE) sebagai salah satu Kawasan Industri strategis di wilayah Kaltim. Sesi ini menjadi sarana penjajakan kerja sama secara langsung antara investor dan pemilik proyek, sekaligus membuka peluang tindak lanjut investasi pada sektor-sektor prioritas di Kaltim.
Dalam rangkaian MIF 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyampaikan dengan luas land area mencapai 252.660 hektare yang terbagi dalam 9 wilayah pengembangan, IKN menawarkan peluang investasi melalui skema investasi langsung maupun kemitraan pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Kegiatan di IKN difokuskan pada dua agenda utama, yaitu penyelesaian hambatan investasi (debottlenecking) bagi investor eksisting melalui coaching clinic yang melibatkan instansi terkait, serta pengenalan potensi dan peluang investasi IKN kepada calon investor baru melalui kunjungan ke Booth Investasi dan Creative Financing Booth. Kedua agenda ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi yang telah berjalan sekaligus menarik minat investor baru untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN.(yul/bi-kaltim)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan