Akslerasi Penguatan Ekonomi Syariah Berkelanjutan di Kaltim Melalui Indonesia Sharia Economic Festival 2026

Poskaltim.id, Jakarta –Gelaran  Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung selama lima hari bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC) diharapkan mampu menjadi akselerasi  penguatan ekonomi syariah di Kaltim.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) Jajang Hermawan pada pembukaan  acara pada 14 Oktober 2026 lalu.

Dijelaskan Jajang Hermawan, sejalan dengan arah pengembangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim turut berpartisipasi dalam ISEF 2026 dengan menghadirkan UMKM produk halal, pelaku usaha fesyen, dan pesantren unggulan untuk memperkenalkan potensi ekonomi syariah daerah sekaligus memperluas promosi, jejaring usaha, dan akses pasar.

Pada sektor produk halal, Kaltim menghadirkan Qisbelin, Abon Jaya Mandiri & Snack, Sekatup Teh Gaharu, Osadha Nusantara, dan Samarinda Nest yang memperkenalkan keragaman produk daerah kepada pengunjung dan calon mitra usaha.

Dukungan terhadap pengembangan industri modest fashion juga diwujudkan melalui partisipasi tiga desainer Kaltim, yakni You.Eky, Anisdhya, dan Ratie, yang menampilkan karya mereka dalam peragaan busana Indonesia International Modest Fashion (IN2MF).

”Keikutsertaan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kreativitas dan keunikan fesyen Kaltim sekaligus membuka peluang kemitraan, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan produk fesyen bernilai tambah,” ujarnya.

Sementara itu, program transformasi UMKM, pesantren dan rantai nilai halal dari Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah menjadi potensi usaha unggulan pesantren sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan kegiatan ekonomi produktif yang mendukung kemandirian pesantren.

Partisipasi Kaltim dalam ISEF 2026 turut diwarnai prestasi membanggakan pada ajang Indonesia International Halal Chef Competition. Najma Ulya meraih Juara I Kategori Pondok Pesantren, sementara Hadi Pradita meraih Juara II Kategori Profesional.

Capaian ini menunjukkan potensi dan daya saing sumber daya manusia Kaltim dalam pengembangan kuliner halal, baik dari lingkungan pesantren maupun kalangan profesional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi santri dan pelaku industri kuliner daerah untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, serta kualitas produk dengan mengangkat kekayaan cita rasa dan bahan pangan lokal.

”Keberhasilan ini diharapkan turut memperkuat pengenalan potensi kuliner halal Kaltim serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan industri halal yang bernilai tambah dan berdaya saing,” harap Jajang.

Momentum ISEF 2026 semakin memperkuat sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), lembaga keuangan syariah, pesantren, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan ekonomi syariah Kaltim.

Penguatan kapasitas UMKM, pemenuhan standar dan sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan, serta pengembangan jejaring pemasaran menjadi aspek penting agar potensi daerah dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Dengan semangat “Kebaikan untuk Semua”, pengembangan ekonomi syariah diharapkan turut membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.(yul/bi-kaltim)

 

About Redaksi

Check Also

Kaltim Raih Prestasi QRIS Jelajah Indonesia dan TPID Awards 2026

Poskaltim.id, Jakarta – Provinsi Kalimantan Timur berhasil meraih prestasi dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia …

Ekosistem Digital Kaltim Diakui Terus Meluas dan Menguat

Poskaltim.id, Jakarta  — Semangat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo …