Poskaltim.id, Yogyakarta – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) mengajak puluhan wartawan media massa di Samarinda mengikuti kegiatan Training Of Trainers Wartawan Kalimantan Timur 2026 yang berlangsung di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 17-19 September 2026.
Deputi Kepala BI Kaltim, Bayuadi Hardyanto saat Training of Trainers Wartawan Kaltim, di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026) mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penjelasan tentang perkembangan ekonomi terbaru Provinsi Kaltim sepanjang tahun 2026.
Selain itu, tambahnya, kegiatan ToT wartawan ini untuk menyelaraskan dan menyinergikan kemampuan wartawan dalam menulis perkembangan ekonomi terbaru.
“Sehingga ToT ini diharapkan menjadi kolaborasi dengan media untuk meningkatkan kualitas komunikasi kebijakan ekonomi kepada masyarakat luas. Kalau ekonomi kan istilahnya khusus. Jadi teman-teman wartawan dapat memahaminya lebih dalam untuk disampaikan kepada pembaca,” ujarnya.
Dalam ToT ini BI Kaltim menjelaskan tentang perkembangan ekonomi makro daerah, perkembangan inflasi daerah, pembiayaan dan perkembangan UMKM, hingga penyelengaraan sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan daerah.
Selain mennjelaskan tentang berbagai perkembangan ekonomi, juga ada materi tentang Etika Jurnalisme Ekonomi dalam Komunikasi Kebijakan yang disampaikan oleh Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevi Maradona dan materi Ekonomi Syariah yang disampaikan oleh Profesor Mahrus dari UINSI Kaltim.
Di hari ke dua, Kantor Perwakilan BI Kaltim juga mengajak wartawan untuk melihat langsung Kampung Sayur Terasering di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Desa ini adalah tempat yang menarik untuk wisatawan yang mencari suasana alam yang sejuk di pedesaan.
Menurut Bayuadi Hardyanto, Kaltim memang mendatangkan bahan pangan seperti sayuran dari luar Kaltim, khususnya dari Pulau Jawa, termasuk sayuran dari daerah Kaliangkrik, Sleman ini. Selain dari Jawa, Kaltim juga mendatangkan bahan pangan dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan beberapa provinsi di Sulawesi.
Apalagi, beberapa bahan pangan seperti beberapa jenis sayuran yang tidak dapat tumbuh di Kaltim. Sebut saja sayur kol, wortel, kentang, ataupun daun bawang. Demikian juga dengan bawang putih dan bawang merah. Sedangkan bahan pangan daging sapi masih mendatangkan dari Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur.

“Kita terus memantau dan melihat dimana saja bahan pangan yang murah dan memiliki jalur distribusi yang baik dan lancar. Sehingga, diharapkan suatu saat dapat menekan tingkat inflasi di Kaltim jika ada kelangkaan pasokan,” ujarnya.
Di Kampung Sayur Terasering Kaliangkrik pengunjung dapat melihat petani sayuran seperti kentang, daun seledri, cabai, tomat, kol hingga daun bawang yang ditanam secara rapi ala terasering yang menyejukkan mata siapa saja yang memandangnya.
Selain diajak ke klaster pertanian, wartawan juga diajak ke klaster budaya di “Nepal Van Java” yang masih berada di kaki Gunung Sumbing. Di Dusun Butuh ini, wisatawan dapat menikmati segarnya udara pegununggan dengan jajaran rumah-rumah warga yang dicat berwarna-warni, layaknya rumah-rumah di negara Nepal.(yul)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan