Poskaltim.id, Jakarta — Semangat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) sejalan dengan penguatan ekosistem digital di Kalimantan Timur.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24–26 September 2026.
”Melalui sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), serta pengembangan sistem pembayaran digital,” ujarnya.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas transaksi pemerintah sekaligus memperluas pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Dijelaskan Jajang, penguatan digitalisasi juga tercermin pada perkembangan transaksi nontunai masyarakat. Pada Juli 2026, akseptasi QRIS di Kalimantan Timur terus meluas dengan jumlah pengguna mencapai 975 ribu atau tumbuh 19% (yoy) dan jumlah merchant mencapai 902 ribu atau tumbuh 35% (yoy).
”Jumlah pengguna dan merchant tersebut masing-masing memberikan kontribusi sebesar 29% dan 26% terhadap total akseptasi QRIS di Kalimantan. Selain itu, transaksi uang elektronik tumbuh kuat sebesar 58% (yoy) dan menyumbang 34% terhadap total transaksi uang elektronik se-Kalimantan,” ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi pada Senin (28/9/2026).
Capaian digitalisasi Kaltim semakin diperkuat melalui prestasi Tim QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) Kaltim, BAJET, yang berhasil meraih Juara I QJI 2026 Wilayah Kalimantan. QJI menjadi salah satu rangkaian FEKDI x IFSE 2026 yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam memperluas literasi dan akseptasi pembayaran digital sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner nusantara melalui konten digital kreatif.
Prestasi tersebut mencerminkan peran talenta muda Kalimantan Timur dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus mengangkat potensi kuliner dan ekonomi kreatif daerah.
Sinergi TPID Perkuat Pengendalian Inflasi Kaltim
FEKDI x IFSE 2026 juga disinergikan dengan agenda pengendalian inflasi melalui Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi serta penganugerahan TPID Awards 2026.
Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Kutai Kartanegara meraih TPID Kabupaten/Kota Berprestasi 2026 Wilayah Kalimantan. Capaian tersebut menjadi apresiasi atas sinergi dan inovasi daerah dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Capaian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat kewaspadaan terhadap perkembangan harga di daerah. Pada Agustus 2026, Kalimantan Timur mengalami inflasi sebesar 0,10% (mtm) dan 3,83% (yoy).
Perkembangan ini menegaskan pentingnya penguatan sinergi TPID melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, termasuk melalui penguatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), stabilisasi pasokan dan harga pangan, kerja sama antardaerah, serta pemantauan harga dan pasokan komoditas strategis secara berkelanjutan.
Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 menegaskan transformasi digital tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, tetapi juga memerlukan kebijakan yang terintegrasi, infrastruktur yang andal, tata kelola yang baik, serta talenta dan kolaborasi lintas sektor.
Bank Indonesia Provinsi Kaltim bersama Pemprov Kaltim dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi digitalisasi daerah dan pengendalian inflasi agar semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu juga meningkatkan kualitas layanan publik, memperluas peluang ekonomi, menjaga daya beli, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang inklusif dan berkelanjutan.(yul/hms-bikaltim)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan