Poskaltim.id, Sepaku — Selasa, 21 April 2026, suasana di SDN 019 Sepaku tampak berbeda. Di hari yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tersebut, semangat emansipasi dan literasi bersenyawa dalam sebuah ruang kreatif.
Sebanyak 24 siswa dari delapan sekolah dasar di Gugus 1 Sepaku berkumpul bukan untuk sekadar mendengarkan ceramah, melainkan untuk belajar menjadi penyambung lidah masa depan Nusantara melalui tulisan.
Melalui program kemitraan antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan INOVASI (Australia–Indonesia), anak-anak ini diajak menyelami dunia literasi dalam pelatihan penulisan cerita bertema “Suara Kecil untuk Bumi Nusantara”.
Menulis bagi anak-anak seringkali dianggap sebagai tugas sekolah yang menjemukan. Namun, kehadiran penulis buku anak ternama, Reda Gaudiamo, mengubah persepsi itu. Reda, yang dikenal melalui seri Na Willa, membawa metode yang interaktif dan dekat dengan keseharian.

Para peserta tidak hanya berdiam diri di dalam kelas. Mereka diajak keluar, mengeksplorasi lingkungan sekitar sekolah, mengamati detail-detail kecil yang selama ini terlewatkan, lalu menuangkannya menjadi rangkaian kata. Pendekatan ini bertujuan agar anak-anak mampu memahami dan mengekspresikan pengalaman mereka secara jujur.
“Menulis itu penting, menyenangkan, dan seru. Dengan menulis, karya saya bisa menjadi buku, diadaptasi jadi film, dan membawa saya menjelajahi berbagai tempat,” ujar Reda memotivasi para peserta agar berani mengekspresikan diri.
Bagi Otorita IKN, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa kemampuan menulis adalah fondasi karakter bagi calon penggerak IKN.
“Kita ingin mengetuk hati anak-anak untuk mulai menulis. Mudah-mudahan generasi ini menjadi generasi penggerak peningkatan kualitas SDM kita. Kalianlah yang kelak akan mengisi dan membangun IKN,” ungkap Alimuddin penuh harap.
Senada dengan itu, Handoko Widagdo dari INOVASI menekankan pentingnya mendengarkan suara anak. Menurutnya, perspektif anak-anak sangat berharga karena merekalah penerima manfaat langsung dari setiap perubahan dan pembangunan yang sedang terjadi di kawasan Nusantara.
Kepala Sekolah SDN 019 Sepaku, Suleiman Effendi, mengaku bangga sekolahnya menjadi tuan rumah bagi bibit-bibit penulis masa depan ini. Baginya, dukungan dari Otorita IKN dan mitra internasional seperti INOVASI memberikan energi baru bagi peningkatan kapasitas peserta didik di wilayah delineasi IKN.
Pelatihan yang berlangsung hingga 23 April ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan IKN tidak hanya soal infrastruktur fisik yang megah, tetapi juga tentang pembangunan jiwa dan pikiran. Lewat “suara-suara kecil” dari Sepaku ini, harapan besar untuk Indonesia Emas 2045 mulai dituliskan—baris demi baris, cerita demi cerita. (*/Hms-OIKN)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan