GMSS-SKM Ajak Masyarakat Rawat Sungai Lewat Lomba Pungut Sampah

Poskaltim.id, Samarind —  Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) Samarinda, Kalimantan Timur, pada HUT ke-11 tahun 2026, mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai melalui lomba memungut sampah yang dikemas dengan olahraga air paddleboard.

Ketua Penyelenggara kegiatan, Krisdiyanto, di Samarinda, Ahad, (27/9/26)  mengatakan lomba memungut sampah digelar secara berpasangan untuk kategori dewasa dan anak-anak.

“Ada dua kategori untuk lomba memungut sampah berpasangan ini, yakni kategori dewasa dan kategori anak. Selain itu ada paddle board kelas Fun Paddling Open Man, Fun Paddling Open Woman, dan kelas Junior,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Sungai Sedunia sekaligus menjadi momentum tahunan bagi komunitas untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga sungai dari pencemaran sampah.

Sebanyak 23 pasangan atau 46 orang mengikuti lomba memungut sampah kategori dewasa, sedangkan kategori anak diikuti 16 pasangan. Adapun lomba fun paddling diikuti 14 peserta pria, 15 peserta wanita, dan 12 peserta pada kelas junior. Total hadiah dan voucher yang diperebutkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp20 juta.

Sementara itu, kelas Fun Paddling Open Man, juara pertama diraih Uwowo, juara kedua Ilham, dan juara ketiga Yaser. Untuk Open Woman, juara pertama Afra Mei Sabrina, juara kedua Nia Virnie, dan juara ketiga Andien.

Pada kategori Junior menempatkan Habibi sebagai juara pertama, Rayyan juara kedua, dan Salma juara ketiga.Untuk lomba memungut sampah berpasangan kategori dewasa, juara pertama diraih Afra Mei dan Ilham, disusul Vito dan Daus serta Iwan dan Pasha. Kategori anak dimenangkan Rayan dan Habibi, kemudian Aulia dan Salma serta Marya dan Risma.

Ketua GMSS-SKM Samarinda Misman mengatakan selama 11 tahun komunitas tersebut terus melakukan berbagai kegiatan, mulai dari memungut sampah, mengedukasi masyarakat hingga mengampanyekan larangan membuang sampah ke sungai.

Ia mengisahkan pernah mendapati warga membuang sampah ke sungai ketika dirinya sedang melakukan kegiatan bersih-bersih di tepian sungai.

Alih-alih menegur, Misman memilih mengambil kembali sampah yang baru saja dilempar warga tersebut. Sampah itu kemudian dikumpulkan untuk dibuang ke tempat penampungan sementara.

Cara tersebut, menurut dia, sengaja dilakukan sebagai bentuk teguran tidak langsung agar warga menyadari tindakannya.

“Apakah sekarang tidak ada lagi orang yang membuang sampah ke sungai? Tentu masih, tapi jumlahnya sudah berkurang,” katanya.

Selain persoalan sampah, GMSS-SKM juga memberi perhatian terhadap kawasan riparian sungai melalui kegiatan penanaman dan perawatan pohon.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga fungsi kawasan tepian sungai sekaligus memperkuat ekosistem sungai di tengah aktivitas masyarakat yang terus berkembang.(*/yul)

About Redaksi

Check Also

Fasilitas Latihan Gratis De’Ale Billiard Dorong Prestasi Wartawan PWI Kaltim

Poskaltim.id, Samarinda —  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Biliar Club memulai menggelar latihan rutin sebagai …

Half Marathon Perdana di IKN Hidupkan Ruang Publik dan Budaya Hidup Sehat

Poskaltim.id, NUSANTARA —  Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati kawasan inti …