Poskaltim.id, Jakarta – Gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di Kalimantan Timur, penguatan UMKM turut diarahkan untuk mengoptimalkan kekayaan budaya dan potensi unggulan daerah melalui peningkatan kapasitas dan kualitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.
Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pembinaan UMKM secara end-to-end agar semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Pada KKI 2026, sebanyak 15 UMKM unggulan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur hadir menampilkan ragam produk yang merepresentasikan kreativitas dan kekayaan daerah, mulai dari wastra dan kriya khas Kaltim, fesyen dan kerajinan, hingga makanan dan minuman olahan berbasis potensi lokal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim (BI Kaltim) jajang Hermayang mengatakan UMKM yang turut serta tersebut antara lain Putri Mahakam, Pokan Takaq, Sarung Tenun Rahmadina, Qisbelin, Loa Honey, CV Matan Gallery, Manika Kaltim, dan Kudungga Batik.
”Keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperluas eksposur produk, membangun jejaring usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas pada tingkat nasional maupun ekspor,” ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi pada Kamis (20/8/2026).
Dijelaskan, KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 dengan menghadirkan lima aspek kebaruan. Program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau.
Partisipasi Kalimantan Timur juga diperkuat oleh tiga barista, yakni Nanda Danuarta, M. Al Ghifari, dan Joese Andrew Josly Kansil yang berhasil masuk dalam 24 besar Cangkir Barista Championship 2026 tingkat nasional, setelah berkompetisi dengan ratusan peserta lainnya.
Capaian tersebut mencerminkan berkembangnya ekosistem kopi dan talenta kreatif Kaltim, sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas, jejaring, dan daya saing pelaku industri kopi daerah pada level nasional.
Selama empat hari pelaksanaan, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, meliputi talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan secara daring dan luring, Area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi, dan instalasi hijau. KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.
Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC Jakarta maupun secara daring melalui situs Karya Kreatif Indonesia. Bersama, kita dukung UMKM Kaltim dan Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa.(yul/bi-kaltim)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan