Poskaltim.id, Samarinda – Sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan taringnya sebagai motor ekonomi daerah. Pekan ini, harga Tandan Buah Segar (TBS) dilaporkan merangkak naik, memberikan harapan besar bagi ribuan pekebun di seluruh Bumi Etam.
Peningkatan harga ini dipicu oleh penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global serta permintaan yang terus meningkat. Berdasarkan ketetapan terbaru, harga rata-rata tertimbang CPO kini berada di level Rp14.226,60 per kilogram, sementara kernel (inti sawit) menyusul di angka Rp11.781,78 per kilogram.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, merincikan bahwa harga tertinggi dinikmati oleh tanaman berumur 10 tahun ke atas. Berikut adalah daftar harga TBS sawit di Kaltim per Selasa (3/3/2026):
-
Umur 3 Tahun: Rp2.863,67 /kg
-
Umur 4 Tahun: Rp3.053,00 /kg
-
Umur 5 Tahun: Rp3.072,29 /kg
-
Umur 7 Tahun: Rp3.124,51 /kg
-
Umur 9 Tahun: Rp3.214,81 /kg
-
Umur 10 Tahun ke atas: Rp3.252,50 /kg
Muzakkir menekankan bahwa daftar harga tersebut merupakan standar bagi petani yang telah menjalin kemitraan resmi dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS), khususnya bagi kebun plasma.
Kemitraan ini dipandang sebagai solusi jitu untuk memutus rantai permainan harga oleh para tengkulak yang seringkali merugikan petani mandiri.
“Adanya kerja sama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit (PMS) diharapkan membuat harga TBS petani sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh tengkulak. Kesejahteraan kelompok tani harus terwujud melalui sinergi ini,” ungkap Muzakkir dalam keterangan resminya.
Dengan tren harga yang terus positif ini, pemerintah berharap para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas perawatan kebun agar produktivitas TBS tetap terjaga di tengah tingginya permintaan pasar. (*/Prb/ty)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan