Poskaltim.id – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, semangat kemandirian ekonomi justru lahir dan tumbuh subur di sudut Kota Samarinda. Kampung Ramadan Temindung muncul sebagai potret nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan komunitas mampu menjaga denyut ekonomi kreatif tetap berdetak kencang meski dengan dukungan dana yang sangat terbatas.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur kini mendorong Kampung Ramadan Temindung sebagai percontohan nasional bagi penyelenggaraan ajang berbasis komunitas (community-based event). Model ini dinilai efektif menggerakkan sektor ekonomi kreatif tanpa harus bergantung sepenuhnya pada APBD.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengungkapkan bahwa sinergi dengan komunitas yang dipimpin oleh Agung di Temindung merupakan langkah inovatif. Ia mengakui bahwa dukungan anggaran langsung dari pemerintah provinsi sangatlah minim, namun hal itu tidak menyurutkan kualitas kegiatan.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita harus tetap berinovasi. Dukungan anggaran dari pemerintah provinsi sangat terbatas, sekitar Rp5 juta. Selebihnya murni dari swadaya komunitas dan sponsor. Namun, event tetap berjalan dan pergerakan ekonomi kreatif tetap kita dukung,” ujar Ririn usai pembukaan kegiatan, Sabtu (21/2/2026) malam.
Pemerintah hadir dalam bentuk dukungan sistem dan fasilitas, seperti penyediaan lokasi di Creative Hub Temindung, tenda, serta sarana prasarana pendukung lainnya.
Kampung Ramadan Temindung tahun ini menghadirkan sedikitnya 60 tenda bazar yang didominasi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner. Bagi para pelaku usaha, ajang ini bukan sekadar tempat berjualan takjil, melainkan ruang strategis untuk memperkuat branding produk lokal mereka.
Menurut Ririn, tingginya antusiasme warga Samarinda yang merindukan event publik skala besar menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. “Ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memutar roda ekonomi. Brand-brand lokal mulai tumbuh dan semakin dikenal masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan pengelolaan Kampung Ramadan Temindung yang berbasis swadaya ini diharapkan dapat menular ke sektor-sektor kreatif lainnya di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus mendampingi inisiatif serupa agar kegiatan berbasis komunitas dapat tumbuh mandiri dan berkelanjutan.
Dengan respons positif dari masyarakat, Kampung Ramadan Temindung diproyeksikan akan menjadi agenda rutin yang mampu membuktikan bahwa kemandirian komunitas adalah kunci utama penguatan ekonomi daerah di masa depan. (*/pt)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan