Poskaltim.id, Samarinda – Arus digitalisasi keuangan di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren penguatan yang signifikan.
Hingga November 2025, jumlah masyarakat Benua Etam yang mengadopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen pembayaran harian tercatat mencapai 841,6 ribu pengguna.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di posisi 832,6 ribu pengguna. Menariknya, kenaikan jumlah pengguna ini berbanding lurus dengan kesiapan pelaku usaha.
Jumlah merchant yang menyediakan layanan QRIS melonjak tajam menjadi 780,6 ribu, naik signifikan dari angka 763,1 ribu merchant pada bulan sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa di tengah masifnya penggunaan QRIS, sektor perbankan Kaltim juga menunjukkan dinamika yang stabil.
Pertumbuhan kredit di Kaltim tercatat tumbuh sebesar 3,90% (year-on-year/yoy). Pendorong utama pertumbuhan ini adalah kuatnya penyaluran kredit pada sektor konsumsi dan investasi.
Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat untuk berbelanja serta minat pelaku usaha untuk berekspansi di Kaltim masih terjaga dengan baik.
“Pertumbuhan kredit Kaltim didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga, sebagaimana diindikasikan oleh tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang rendah, yakni sebesar 1,70%,” jelas Budi dalam keterangan resminya.
Meski kredit tumbuh positif, tantangan muncul pada sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih mengalami kontraksi sebesar 6,74% (yoy).
Penurunan ini terutama dipicu oleh melandainya simpanan pada instrumen giro dan deposito, masing-masing sebesar 16,08% (yoy) dan 11,50% (yoy).
Selain itu, terkait peredaran uang kartal, Kalimantan Timur mencatatkan posisi net outflow sebesar Rp491,2 miliar selama periode November 2025.
Meskipun volume transaksi non-tunai secara umum sempat mengalami kontraksi sebesar 20,6% (yoy), namun pertumbuhan pengguna dan merchant QRIS yang konsisten menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi digital di Kaltim semakin kokoh menyongsong tahun 2026.(Prb/ty/*)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan