Poskaltim.id. Samarinda — Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) melalui tim dosen dan mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis telah melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Gerakan Penanaman Pohon sebagai Media Edukasi Lingkungan untuk Meningkatkan Kepedulian Masyarakat di Kawasan Sekolah Sungai Karang Mumus Samarinda.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 3 Mei 2026 di kawasan Sekolah Sungai Karang Mumus, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi media edukasi untuk membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Program pengabdian ini diketuai oleh Muhamad Rizki Asrul, S.Pd., M.Pd., dengan anggota dosen Prof. Drs. Surahman, M.M., Ph.D. dan Umi Zunaidah, S.Sos., M.A.B. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda.
Gerakan tersebut dirancang dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aksi langsung. Masyarakat dan Mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga dilibatkan dalam proses penanaman serta diarahkan untuk merawat tanaman setelah kegiatan berlangsung.
Tim pengabdian menilai persoalan lingkungan tidak cukup ditangani melalui pembangunan fisik ataupun kegiatan penghijauan yang bersifat seremonial. Kepedulian masyarakat perlu dibangun melalui pengalaman langsung sehingga warga memiliki pemahaman sekaligus rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka tinggal dan beraktivitas.
Penanaman Pohon sebagai Media Belajar
Salah satu gagasan utama dalam kegiatan ini adalah mengubah penanaman pohon menjadi media pembelajaran sosial. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada manfaat pohon bagi lingkungan, pentingnya penghijauan kawasan, teknik sederhana dalam menanam pohon, hingga cara melakukan perawatan setelah tanaman berada di lapangan. Sebelum penanaman dilakukan, tim memberikan edukasi lingkungan secara sederhana dan mudah dipahami. Materi yang diberikan antara lain mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan kawasan, manfaat ruang hijau bagi masyarakat, teknik penanaman yang benar, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga tanaman.
Setelah memperoleh edukasi, masyarakat, mahasiswa, mitra, dan tim dosen kemudian terlibat dalam aksi penanaman pohon. Dalam program tersebut, tim mempersiapkan 40 bibit pohon beserta media tanam dan perlengkapan pendukung. Penanaman dilakukan pada titik-titik yang sebelumnya telah dikoordinasikan bersama mitra dan masyarakat setempat.
Keterlibatan warga menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Dengan ikut menentukan titik penanaman, menanam, hingga melakukan perawatan, masyarakat diharapkan tidak memandang tanaman sebagai hasil program dari pihak luar, melainkan sebagai bagian dari lingkungan yang perlu dijaga bersama.
Tidak Berhenti Setelah Pohon Ditanam
Program pengabdian ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Setelah proses penanaman, masyarakat mendapatkan pendampingan sederhana mengenai cara merawat pohon, mulai dari penyiraman, menjaga kebersihan di sekitar tanaman, penggunaan penyangga atau ajir, hingga perlindungan bibit dari potensi kerusakan.
Pendekatan tersebut dilakukan karena keberhasilan program penghijauan tidak hanya dapat diukur dari banyaknya bibit yang berhasil ditanam. Pohon yang telah ditanam juga perlu dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Masyarakat karena itu didorong untuk membangun komitmen bersama dalam melakukan pemantauan dan pemeliharaan tanaman.
Melalui pola tersebut, kegiatan pengabdian diharapkan tidak berhenti ketika seremoni penanaman selesai, tetapi menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Masyarakat
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Dosen tidak hanya membawa pengetahuan dari lingkungan kampus kepada masyarakat, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga untuk memahami kondisi dan kebutuhan kawasan.
Mahasiswa pun dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari membantu persiapan teknis, administrasi, pendampingan peserta, dokumentasi, hingga kegiatan penanaman pohon.
Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman pembelajaran di luar kelas. Mereka tidak hanya melihat persoalan lingkungan sebagai sebuah konsep, tetapi berhadapan langsung dengan kondisi masyarakat dan ikut terlibat dalam memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, mitra, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.
Membangun Budaya Peduli Lingkungan
Kawasan Karang Mumus merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Samarinda. Menjaga kualitas kawasan karena itu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas di sekitarnya.
Melalui gerakan penanaman pohon ini, tim Polnes ingin memperkuat pemahaman bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai melalui tindakan sederhana. Menanam satu pohon, menjaga kebersihan di sekitarnya, melakukan penyiraman secara teratur, serta memastikan tanaman dapat terus tumbuh merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap ruang hidup bersama.
Program tersebut juga diharapkan menjadi model sederhana kegiatan edukasi lingkungan yang dapat diterapkan pada kawasan lainnya. Penanaman pohon dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan berbagai persoalan lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam penyelesaiannya. Ke depan, kegiatan dapat dikembangkan melalui edukasi kebersihan kawasan, pembuatan papan pesan lingkungan, pendataan tanaman, pemantauan pertumbuhan pohon, hingga penghijauan lanjutan pada titik-titik lain yang membutuhkan penataan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Politeknik Negeri Samarinda berharap dapat ikut mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun komunitas tertentu.
Lingkungan yang hijau, bersih, dan nyaman membutuhkan kepedulian serta partisipasi bersama. Gerakan penanaman pohon di kawasan Sekolah Sungai Karang Mumus menjadi salah satu langkah sederhana untuk menerjemahkan kepedulian tersebut menjadi tindakan nyata.(adv)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan