Pantau Tinggi Muka Air Sungai Pampang, TRKBA Polnes Bangun dan Lindungi Stasiun AWLR

Poskaltim.id, SAMARINDA — Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), melalui Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air (TRKBA), kini mengoperasikan sendiri stasiun pemantau tinggi muka air atau Automatic Water Level Recorder (AWLR) di tepian Sungai Pampang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara.

Alat yang dipasang dan dikelola langsung oleh tim TRKBA tersebut kini dilengkapi bangunan pelindung menyusul kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung Selasa (4/8/2026).

Stasiun ini menjadi yang pertama dimiliki dan dioperasikan langsung oleh Jurusan Teknik Sipil Polnes, menandai keterlibatan langsung kampus dalam pemantauan hidrologi di Kota Samarinda.

Stasiun AWLR ini merekam tinggi muka air sungai secara otomatis, dengan data yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung analisis hidrologi, pengelolaan sumber daya air, hingga mitigasi bencana banjir di kawasan Samarinda Utara. Rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diawali dengan pemasangan instrumen AWLR, kemudian membangun pagar pelindung di sekelilingnya.

Kehadiran stasiun ini muncul di tengah upaya penanganan banjir yang terus digencarkan Pemerintah Kota Samarinda di kawasan Pampang. Pada Mei 2026, Asisten II Sekretaris Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan rencana pembangunan polder seluas sekitar 70 hektare di kawasan tersebut sebagai salah satu tampungan utama untuk menahan debit air dari kawasan hulu sebelum mengalir ke permukiman.

Di sisi lain, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV turut rutin memantau dan menginventarisasi kejadian banjir di wilayah Samarinda Utara sepanjang 2026, termasuk yang sempat melanda kawasan ini pada Juni lalu. Data tinggi muka air dari AWLR Sungai Pampang diharapkan dapat melengkapi upaya-upaya pengendalian banjir tersebut dengan informasi yang lebih real-time.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dwi Yuliasari, S.Kel., M.T., menjelaskan peletakan alat hingga pelatihan (pembacaan data, kalibrasi alat, serta perawatan alat) sepenuhnya dilaksanakan oleh tim TRKBA Polnes dan dibantu oleh vendor.

“Pemasangan instrumen AWLR ini bertujuan untuk pemenuhan pembelajaran (praktikum) Mahasiswa serta menunjang penelitian Dosen dan Mahasiswa, selain itu sebagai salah satu upaya mitigasi banjir di Sungai Pampang” jelasnya.

Meski demikian, lokasi pemasangan alat yang berada di area terbuka tepian sungai membuatnya rentan terhadap cuaca ekstrem, kelembapan tinggi, hingga gangguan fisik dari luar. Kondisi ini berisiko memperpendek umur alat dan mengganggu kontinuitas data yang direkamnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, tim pengabdian membangun struktur pelindung di sekeliling AWLR menggunakan rangka pipa galvanis, panel pagar BRC, dan kawat berduri sebagai pengaman tambahan. Material-material ini dipilih karena tahan terhadap cuaca dan kondisi lembap di tepian sungai.

Pada fasilitas tersebut juga dipasang papan peringatan yang menyatakan alat merupakan Barang Milik Negara. Dimana dalam proses pembuatan dan perakitan seluruhnya dilakukan oleh Mahasiswa Prodi TRKBA Polnes dengan arahan Dosen TRKBA.

Selain pembangunan fisik, tim turut menggelar sosialisasi kepada RT setempat. Materi yang disampaikan meliputi fungsi AWLR, kaitannya dengan upaya mitigasi banjir, dan peran yang bisa diambil warga untuk ikut menjaga fasilitas tersebut.

Ketua RT.013, La Kanda menyampaikan bahwa dengan adanya AWLR diharapkan dapat membantu warga untuk mendapatkan informasi secara realtime mengenai kenaikan muka air, sehingga warga dapat bersiap apabila ada kemungkinan banjir. “Dan dengan adanya bangunan pelindung, dapat bersama-sama menjaga dan merawat alat milik negara,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menegaskan peran Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air (TRKBA), Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda dalam menghadirkan dan mengelola sarana pemantauan hidrologi di wilayah Samarinda.

Tim berharap keberadaan bangunan pelindung ini dapat memperpanjang usia pakai AWLR sehingga data tinggi muka air Sungai Pampang dapat terus tersedia secara akurat dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi bencana banjir di Kota Samarinda.(yul/adv)

 

About Redaksi

Check Also

Polnes Dorong Digitalisasi UKM Dapur Wena melalui Website, E-Catalogue dan Pembayaran Digital

Poskaltim.id, SAMARINDA – Program Studi Magister Terapan Pemasaran, Inovasi dan Teknologi, Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik …

Dorong Budidaya Ikan Lebih Efisien, Prodi Bisnis Digital Polnes Terapkan SI-PAKAN di Pokdakan Alam Subur

Poskaltim.id, KUTAI KARTANEGARA — Program Studi Bisnis Digital, Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) …