Poskaltim.id, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat langkah bersama untuk meningkatkan potensi daerah menjadi investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Melalui High Level Meeting (HLM) Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kalimantan Timur 2026, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Timur menegaskan komitmen untuk mempercepat pengembangan proyek unggulan dan penyelesaian tata ruang.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltimdan dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Jajang Hermawan. Kegiatan ini juga turut dihadiri, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, serta kepala daerah atau perwakilan Bupati dan Walikota Se-Kaltim dan perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Seno Aji menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya HLM RIRU Kaltim sebagai upaya koordinasi pembahasan isu strategis investasi di daerah.
”Kaltim memiliki keunggulan dan potensi yang perlu dioptimalkan salah satunya melalui penawaran proyek clean and clear serta memberikan kepastian investasi,” ujarnya pada Selasa (16/9/2026).
Ditambahkan, jika HLM RIRU Kaltim 2026 memiliki dua agenda yaitu pembahasan IPRO (Investment Project Ready to Offer) dan pembahasan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) dan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Jajang Hermawan menjelaskan jika stabilitas makroekonomi yang terjaga, didukung dengan kelayakan proyek dan kepastian berusaha, menjadi faktor penting dalam meningkatkan keyakinan investor.
”Dalam hal ini, RIRU berperan sebagai wadah koordinasi untuk mendukung penyiapan dan promosi proyek, mengatasi tantangan investasi, serta menindaklanjuti minat investor,” jelasnya.
Sebagai wujud dukungan terhadap investasi, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota menandatangani Komitmen Bersama tentang Penguatan Sinergi dalam Mendukung Pelaksanaan Roadmap RIRU Kaltim Tahun 2026 – 2028.
Roadmap ini menjadi pedoman bersama dalam pengembangan investasi, termasuk untuk mendukung penyelesaian RTRW dan RDTR serta penguatan IPRO. Pelaksanaannya mencakup tiga tahapan, yaitu persiapan dan perencanaan pada 2026, pengembangan dan pelaksanaan pada 2027, serta pemantauan dan realisasi pada 2028. Tentunya dengan tetap membuka peluang bagi proyek yang telah siap untuk direalisasikan lebih awal.
HLM RIRU 2026 juga memperkuat persiapan Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang direncanakan akan berlangsung pada Oktober 2026. MIF menjadi sarana promosi proyek unggulan Kaltim sekaligus mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor dari dalam maupun luar negeri. Melalui MIF, proyek IPRO Kalimantan Timur akan ditawarkan kepada calon investor untuk menjajaki peluang kerja sama dan mendorong realisasi investasi daerah.
Ditambahkan jajang, ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi dalam RIRU untuk mendukung pelaksanaan roadmap dan pengembangan investasi daerah.
”Bank Indonesia berkomitmen mendukung upaya tersebut melalui penyediaan informasi ekonomi dan pengembangan portofolio proyek investasi. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong investasi yang memperkuat hilirisasi, mengembangkan sektor non-ekstraktif, serta memperluas keterlibatan UMKM dan usaha lokal sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat Kaltim,” harapnya.(yul/hms-bi-kaltim)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan