Poskaltim.id – Kepastian harga BBM subsidi yang tidak naik per 1 April 2026 membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi rumah tangga. Namun, dengan adanya kebijakan pembatasan pembelian harian, pengelolaan anggaran transportasi kini bukan lagi soal “harga”, melainkan soal “perencanaan”.
Berikut adalah strategi praktis agar pengeluaran bensin Anda tidak membengkak dan tetap terkendali:
1. Tentukan “Plafon” Mingguan
Jangan hanya menghitung pengeluaran secara harian. Tetapkan anggaran transportasi dalam skala mingguan. Tahukah Anda? Dengan menetapkan angka pasti (misalnya Rp200.000 per minggu), Anda akan lebih sadar saat melakukan perjalanan tambahan yang tidak perlu. Jika anggaran minggu ini tersisa, simpanlah sebagai dana cadangan untuk servis kendaraan.
2. Manfaatkan Teknologi Pemantau Rute
Sebelum memutar kunci kontak, biasakan memeriksa aplikasi peta digital. Tahukah Anda? Terjebak kemacetan selama 30 menit dapat memboroskan BBM setara dengan menempuh jarak 5–8 kilometer tambahan. Pilihlah rute tercepat, bukan rute terpendek, untuk menghindari mesin yang terus menyala dalam kondisi diam (idling).
3. Gabungkan Jadwal Perjalanan (Trip Chaining)
Ini adalah teknik paling ampuh untuk menghemat bensin. Alih-alih keluar rumah tiga kali untuk urusan yang berbeda, cobalah menggabungkan semua keperluan (belanja, jemput anak, urusan bank) dalam satu rute perjalanan. Mesin yang sudah dalam kondisi panas bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang harus dihidupkan berulang kali dari kondisi dingin.
4. Alokasikan Dana “Servis Rutin” secara Terpisah
Tahukah Anda? Kendaraan yang tidak terawat (filter udara kotor atau busi yang sudah lemah) bisa membuat konsumsi BBM boros hingga 10%. Anggaplah biaya ganti oli dan servis rutin sebagai investasi penghematan bensin. Masukkan biaya ini ke dalam pos pengeluaran bulanan agar tidak mengganggu uang belanja saat jadwal servis tiba.
5. Pertimbangkan “Mode Transportasi Alternatif”
Jika tujuan perjalanan Anda kurang dari 1 kilometer, cobalah untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Selain sehat dan gratis, Anda sedang menghemat kuota harian BBM Anda untuk perjalanan yang lebih mendesak. Untuk rute kantor yang searah, memulai sistem carpooling (berbagi tumpangan) dengan rekan kerja juga bisa memangkas biaya transportasi hingga 50%.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara wajar. Dengan mengatur anggaran secara disiplin, Anda tidak hanya membantu pemerintah menjaga ketahanan energi, tetapi juga menjaga kesehatan finansial keluarga Anda sendiri.(tr)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan