Poskaltim.id – Menjelang tibanya hari kemenangan Idul Fitri 1447 H yang kian dekat, warga Kalimantan Timur diimbau untuk lebih cermat dalam menyusun agenda kegiatan luar ruangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah “Benua Etam” sepanjang awal Maret ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa pada periode 1-10 Maret (Dasarian I), peluang kejadian hujan di Kaltim mencapai angka di atas 90 persen.
Bagi masyarakat yang sudah mulai menyusun agenda belanja kebutuhan lebaran atau pembersihan rumah ibadah, kategori curah hujan diprediksi berada pada level menengah (50–150 mm). Namun, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan bagi warga di wilayah Barat.
“Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kutai Barat diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori tinggi, berkisar 150–200 mm,” ujar Riza dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).
BMKG juga mencatat adanya sifat hujan kategori Atas Normal (116–200 persen) yang diprakirakan mengguyur beberapa wilayah strategis, antara lain:
-
Kabupaten Kutai Barat
-
Kabupaten Kutai Kartanegara
-
Kabupaten Kutai Timur
-
Kabupaten Mahakam Ulu
-
Kabupaten Berau
Ibu Kota Kalimantan Timur, Samarinda, yang biasanya menjadi pusat agenda belanja warga menjelang lebaran, juga tercatat masuk dalam daftar daerah dengan curah hujan kategori Tinggi (150–300 mm). Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika cuaca yang cukup signifikan sejak akhir Februari lalu, di mana Kecamatan Damai di Kutai Barat bahkan mencatatkan rekor curah hujan hingga 309 mm.
Mengingat agenda silaturahmi dan mobilitas masyarakat akan meningkat tajam mendekati hari kemenangan, BMKG meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan kilat atau petir, terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan,” tegas Riza.
Pastikan agenda berbuka puasa bersama atau kegiatan keagamaan di ruang terbuka selalu memiliki rencana cadangan (indoor) guna mengantisipasi cuaca yang berubah sewaktu-waktu. (*/Prb/ty)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan