Poskaltim.id, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur mampu menembus pasar ekspor Amerika Serikat untuk komoditas kayu lapis atau plywood. Padahal Amerika Serikat saat ini gencar menghadapi pandemi virus Korona dan melakukan karantina yang ketat, termasuk karantina barang-barang import.
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Samarinda kembali memfasilitasi ekspor plywood asal Kaltim sebanyak 77,952 meter kubik dengan nilai ekonomis Rp752,4 juta dengan tujuan negara Amerika Serikat, pada Kamis (27/5).
Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Agus Sugiyono mengatakan produk berkualitas berupa kayu lapis asal Kaltim ini dihasilkan dengan dukungan pemerintah daerah dan kerjasama petani serta pelaku usaha yang sinergis.
“Dalam kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi global, Plywood tetap rutin diekspor ke Amerika Serikat, karena permintaan negara tersebut akan produk olahan asal sub sektor kehutanan ini tidak pernah surut malahan meningkat. Apalagi produk asal Kaltim sangat berkualitas dan pasar dapat terus berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagian besar pabrik kayu lapis ini diproduksi di Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Di Kutai Kartanegara misalnya terdapat perusahaan kayu lapis PT. Oceanias Timber, PT. Cahaya Samtraco, PT. Kalamur, PT. Kayu Alam Perkasa Raya, dan di Samarinda da PT. SLJ Global dan PT. Segara Timber di Kecamatan Palaran.
Menurut Agus, fasilitasi ekspor berupa jaminan keamanan dan kesehatan sesuai standar internasional ini merupakan persyaratan negara tujuan ekspor. Serangkaian tindakan karantina berupa perlakukan fumigasi guna memastikan kayu maupun produk olahan kayu tersebut sehat, aman dan diterima negara tujuan, tambahnya.
Agus juga menyampaikan, data ekspor kayu lapis yang difasilitasi pihaknya ke USA selama kuartal pertama tahun 2020 sebanyak 596,56 meter kubik dengan nilai ekonomis Rp5,56 miliar.
Hal ini meningkat sebanyak 8 % dibanding periode sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 550,48 ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp5,13 miliar. Sementara untuk tujuan ekspor Cina, India, Filipina, Singapura dan Thailand pada periode masa pandemi atau Januari hingga April 2020 sebanyak 4.914,62 meter kubik atau setara dengan nilai ekonomi Rp49,89 milyar.(Yuliawan Andrianto)