Poskaltim.id, Kebumen – Selama ini, banyak perpustakaan sekolah terjebak dalam citra ruang yang kusam, lembap, dan sekadar menjadi gudang buku. Namun, pemandangan berbeda kini terpancar dari SDN 2 Jatisari, Kabupaten Kebumen.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), perpustakaan sekolah tersebut kini bertransformasi menjadi jantung pembelajaran yang segar.
Program ini bukan sekadar urusan semen dan batu. Lebih dari itu, ia adalah upaya menghadirkan kembali gairah membaca di tengah tantangan digitalisasi yang kian masif.
Kepala SDN 2 Jatisari, Musiyati, mengungkapkan bahwa perubahan fisik bangunan membawa dampak psikologis yang luar biasa bagi para siswa. Ruang perpustakaan yang representatif kini menjadi tempat favorit baru untuk menghabiskan waktu.
“Rehabilitasi perpustakaan tidak hanya menghidupkan kembali ruang, tetapi juga menghidupkan semangat belajar dan memperkuat budaya literasi siswa,” ujarnya penuh syukur. Dengan fasilitas yang kini lebih kokoh dan nyaman, proses pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada murid.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang meresmikan langsung hasil revitalisasi 61 satuan pendidikan di Kebumen pada Senin (26/1), menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus dimulai dari fondasi fisiknya.
“Kalau ingin membangun pendidikan, mulailah dari ruang kelas. Ruang belajar yang layak akan mendorong kualitas pembelajaran yang lebih baik dan bermakna,” jelas Menteri Mu’ti.
Apresiasi juga datang dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Menurutnya, revitalisasi ini memberikan dorongan nyata bagi daerah untuk menyediakan lingkungan yang layak bagi tumbuh kembang anak-anak.
Hal senada dirasakan di Kabupaten Banjarnegara, di mana 28 satuan pendidikan kini menikmati suasana belajar yang lebih menyenangkan dan menumbuhkan rasa memiliki di tengah warga sekolah.
Program revitalisasi ini menjadi energi baru bagi sekolah-sekolah untuk keluar dari keterbatasan sarana. Perpustakaan yang direhabilitasi kini tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan pusat interaksi ide dan kreativitas.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program ini di tahun-tahun mendatang agar manfaatnya merata ke seluruh pelosok negeri.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui fondasi literasi yang kuat.(BK-KPDM/*)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan