Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Istimewa

Review Gim Lokal: “Barongsway”, Uji Kekompakan Lewat Tarian Barongsai Digital

Poskaltim.id – Jika Anda berkunjung ke Booth Ekraf | Garena di Lapangan Banteng, ada satu gim yang paling sering memancing gelak tawa sekaligus rasa gemas pengunjung: Barongsway. Gim hasil kolaborasi talenta muda dalam Program Global Game Jam 2026 Malang ini berhasil mencuri perhatian dengan konsepnya yang segar dan sangat relevan dengan suasana Imlek.

Konsep: Bukan Sekadar Gerak

Berbeda dengan gim balap atau petualangan pada umumnya, Barongsway adalah gim kooperatif (co-op). Di sini, dua pemain harus berperan sebagai bagian depan dan bagian belakang Barongsai. Tantangannya? Kalian harus bergerak secara sinkron! Jika satu pemain melangkah ke kiri sementara yang lain ke kanan, Barongsai kalian akan tersangkut atau terjatuh.

Level 1 pada gim Kooperatif Barongsway akan terasa sulit tanpa komunikasi yang baik dengan rekan. (Dok. Istimewa)

Gameplay: Uji Kesabaran dan Komunikasi

Visualnya mengusung gaya yang ceria dengan warna-warna khas perayaan Imlek yang kontras. Pemain diajak melewati berbagai tantangan dan labirin yang memerlukan koordinasi tinggi.

Kesulitan utamanya bukan pada musuh yang kuat, melainkan pada komunikasi antar pemain. Anda akan sering mendengar seruan, “Kiri! Kiri!” atau “Loncat bareng!” dari para pengunjung yang mencoba gim ini. Inilah yang membuat Barongsway terasa sangat inklusif; orang tua dan anak, atau sepasang sahabat, bisa memainkannya bersama sambil membangun kemistri.

Berinteraksi dan bekerja sama dalam gim Barongsway memiliki banyak manfaat, di antaranya membangun empati dan perencanaan kelompok. (Dok. Istimewa)

Mengapa Wajib Dicoba?

  1. Nuansa Budaya yang Kental: Jarang sekali ada gim lokal yang mengangkat mekanik tarian Barongsai dengan sangat akurat secara filosofis (membutuhkan dua orang).

  2. Sederhana tapi Adiktif: Kontrolnya mudah dipelajari, namun sulit untuk dikuasai (Easy to learn, hard to master).

  3. Pengalaman Sosial: Gim ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat pemersatu dan sarana interaksi sosial yang nyata di ruang publik.

Barongsway adalah bukti nyata bahwa pengembang gim Indonesia mampu mengemas tradisi lokal ke dalam format digital yang modern dan menyenangkan. Gim ini bukan hanya soal mencapai garis finis, tapi soal bagaimana dua orang bisa “berirama” dalam satu langkah.(*/ekraf)

About Redaksi

Check Also

Terinspirasi dari Doa Ibu, Idan Jaya Kusuma Rilis Single Perdana “Rindu Dia”

Poskaltim.id —  Idan Jaya Kusuma, penyanyi asal Subang, Jawa Barat, siap membuka lembaran baru dalam …

Vanya Wijaya Dinobatkan Sebagai Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025

Poskaltim.id, Malang – Senyum hangat, dan tepuk tangan meriah penonton menjadi saksi lahirnya bintang muda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *