Poskaltim.id, Samarinda – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dan momentum Hari Raya Imlek, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Gerakan Pangan Murah (GPM) resmi digelar secara serentak, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor DPTPH Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda ini, langsung diserbu ratusan warga yang ingin mendapatkan komoditas pangan dengan harga di bawah harga pasar.
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa GPM kali ini merupakan bagian dari aksi nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah, mengingat permintaan bahan pangan biasanya melonjak tajam menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN).
“GPM ini dilaksanakan serentak secara nasional. Tujuannya adalah memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan, terutama untuk komoditas utama yang dibutuhkan masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Fahmi di sela-sela peninjauan pasar murah.
Ia menambahkan, pemerintah ingin menjamin keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan stok di gudang. “Kita berharap di momen Ramadan dan Imlek ini harga-harga tetap stabil dan ketersediaan pangan terjaga dengan seimbang,” imbuhnya.
Geliat ekonomi di lokasi GPM tampak hidup dengan kehadiran sedikitnya 55 partisipan. Mereka terdiri dari pelaku UMKM lokal, BUMN, BUMD, hingga Perum Bulog. Tidak hanya di ibu kota provinsi, GPM kali ini juga melibatkan partisipasi dari kabupaten/kota lain, termasuk Kota Bontang.
Secara keseluruhan, gerakan ini menyasar enam titik kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Beberapa daerah telah memulai sejak 11–12 Februari, sementara enam titik lainnya dilakukan serentak pada hari ini mengikuti komando pusat.
Masyarakat dapat membawa pulang berbagai kebutuhan pokok dengan harga miring atau subsidi. Beberapa komoditas yang menjadi incaran warga antara lain:
-
Beras (Medium dan Premium)
-
Minyak Goreng dan Gula Pasir
-
Telur Ayam dan Tepung Terigu
-
Bawang Merah, Bawang Putih, dan Cabai
-
Komoditas Ikan segar
Kehadiran GPM diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi “sinyal” bagi para spekulan agar tidak mempermainkan harga di tengah meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa.(*/Prb/ty)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan