Poskaltim.id, Samarinda – Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur tengah merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.
Melalui Rapat Pembahasan Policy Brief yang digelar Kamis (12/2/2026), DPTPH memfokuskan agenda pada percepatan penganekaragaman pangan guna mendongkrak skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Benua Etam.
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang adalah fondasi utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Berdasarkan data yang dipaparkan di Ruang Rapat Oryza Sativa, skor PPH Kalimantan Timur menunjukkan grafik peningkatan yang menggembirakan dalam dua tahun terakhir:
-
Tahun 2024: Tercatat di angka 89,1.
-
Tahun 2025: Meningkat menjadi 90,4.
Meski trennya naik, Fahmi mengingatkan bahwa target ideal adalah skor 100. Untuk mencapainya, masyarakat didorong tidak hanya bergantung pada satu jenis karbohidrat (beras), tetapi mulai beralih ke diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal yang melimpah di Kaltim.
Posisi Kaltim sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut standar pangan yang lebih tinggi. Isu ketahanan, kehalalan, serta keseimbangan gizi akan menjadi sorotan nasional.
“Pola pangan harapan bukan sekadar urusan rumah tangga, tetapi agenda besar pembangunan daerah. Dari makanan bergizi dan seimbang, lahir pemimpin masa depan. Apalagi sebagai penyangga IKN, penguatan sistem pangan daerah menjadi krusial,” tegas Fahmi.
Dalam rapat tersebut, Analis Kebijakan DPTPH Kaltim, Siti Mayasari, bersama pakar Prof. Bernatal Saragih, memandu diskusi untuk menyusun rekomendasi kebijakan (policy brief) yang implementatif.
Beberapa poin kunci yang dibahas meliputi:
-
Edukasi Keluarga: Membangun kesadaran konsumsi beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
-
Kolaborasi Akademisi: Melibatkan pakar untuk menciptakan inovasi pangan lokal.
-
Kemandirian Pangan: Mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah dengan mengoptimalkan komoditas hortikultura lokal.
Melalui forum ini, DPTPH Kaltim berharap lahir kebijakan konkret yang mampu mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih sehat sekaligus memperkuat kedaulatan pangan daerah secara berkelanjutan.(*/KRV/pt)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan