Poskaltim.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah proaktif dalam membenahi konektivitas wilayah pedalaman. Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, menegaskan akan mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan kelas jalan nasional di sejumlah titik, khususnya ruas yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kutai Barat.
Hal ini disampaikan Wagub Seno Aji saat melakukan peninjauan lapangan dalam rangkaian Safari Ramadan pada Sabtu (14/3/2026). Menurutnya, peningkatan spesifikasi jalan sudah menjadi kebutuhan mendesak akibat tingginya beban tonase kendaraan yang melintas.
Dalam peninjauan tersebut, Wagub melihat langsung tantangan besar infrastruktur di Kutai Barat: tingginya intensitas kendaraan berat pengangkut sawit dan crude palm oil (CPO), termasuk kendaraan over dimension over load (ODOL).
“Usulan ini akan kita sampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum agar kelas jalan nasional di Kaltim, terutama di Kutai Barat yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah, dapat ditingkatkan,” ujar Seno Aji.
Meski kendaraan berat menjadi faktor percepatan kerusakan jalan, Seno Aji menegaskan bahwa aktivitas logistik tersebut tidak bisa dihentikan karena merupakan urat nadi ekonomi masyarakat setempat. Solusi jangka panjangnya adalah menyesuaikan kelas jalan agar mampu menahan beban kendaraan pengangkut komoditas tersebut.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Pemprov Kaltim bersama instansi terkait telah memulai perbaikan di beberapa titik kritis. Seno Aji menjelaskan bahwa pengerjaan ruas jalan dari batas Kutai Kartanegara–Kutai Barat hingga Simpang Blusuh telah berjalan.
“Alhamdulillah, sepanjang 111 kilometer sudah mulai dilakukan perbaikan dengan nilai kontrak sekitar Rp73 miliar,” jelasnya. Proyek perbaikan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.
Untuk menindaklanjuti usulan peningkatan kelas jalan tersebut, Pemprov Kaltim menjadwalkan pertemuan khusus dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur. Pertemuan ini akan membahas langkah komprehensif agar kualitas infrastruktur sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Turut mendampingi Wagub dalam peninjauan ini Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmat, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim. (*/adg/sef/pt)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan