Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan saat meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor DPTPH Kaltim. Foto: Khajjar

Jaga Daya Beli Warga, DPTPH Kaltim Perluas Gerakan Pangan Murah Lewat Sinergi Lintas Sektor

Poskaltim.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) terus memperkuat benteng ketahanan pangan daerah.

Strategi utama yang kini digencarkan adalah perluasan jangkauan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan mengedepankan kolaborasi masif lintas sektor.

Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi juga terjangkau secara ekonomi, terutama di tengah fluktuasi harga pasar.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, menegaskan bahwa urusan perut rakyat tidak bisa hanya dipikul oleh satu instansi. Diperlukan keterlibatan aktif dari pemerintah kabupaten/kota hingga lembaga non-pemerintah untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh.

“Kita berharap gerakan pangan murah ini seluas-luasnya melibatkan banyak pihak. Untuk menjamin ketahanan pangan, diperlukan kolaborasi tidak hanya oleh pemerintah pusat dan provinsi, tetapi juga pemerintah daerah serta lembaga di luar pemerintah,” ujar Fahmi saat meninjau pelaksanaan GPM di halaman kantor DPTPH Kaltim, Samarinda, Jumat (13/2/2026).

GPM hadir sebagai bentuk intervensi negara untuk menjaga agar harga pangan di tingkat konsumen tidak melambung melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain menjaga daya beli, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pasar yang sehat dan berkeadilan.

Fahmi menjelaskan bahwa keseimbangan kepentingan antara penjual dan pembeli adalah prioritas. “Kita buat kegiatan ini saling menguntungkan dan menyenangkan. Penjual tetap mendapatkan keuntungan yang wajar dan pembeli merasa nyaman karena mendapatkan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Melalui pengawasan ketat terhadap kualitas dan standar mutu pangan dalam GPM, pemerintah berharap dapat meminimalisir faktor-faktor pemicu inflasi, seperti pelanggaran ketentuan harga atau peredaran pangan yang tidak layak.

Pemerintah mengimbau warga Samarinda dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum GPM ini guna memenuhi kebutuhan pokok keluarga dengan harga di bawah pasar. Kehadiran stok pangan yang stabil dan murah diharapkan mampu memberikan ketenangan psikologis bagi masyarakat, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.(*/Prb/ty)

About Redaksi

Check Also

Nobar Piala Dunia 2026 di Kaltim Jadi ‘Lapak’ Raksasa UMKM Lokal

Poskaltim.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersiap menyulap euforia Piala Dunia FIFA …

Inflasi Kaltim Januari 2026 Terkendali 0,04 Persen, Harga Emas Jadi Penyumbang Utama

Poskaltim.id, Samarinda – Laju inflasi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada pembukaan tahun 2026 terpantau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *