Poskaltim.id, Samarinda – Peringatan Hari Kanker Sedunia tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi warga Kalimantan Timur untuk kembali menyadari bahwa kanker bukan sekadar urusan medis individu, melainkan isu sosial yang memerlukan kolaborasi bersama.
Melalui program “Ngapeh” di TVRI Kaltim, Rabu (4/2/2026), terungkap bahwa kunci utama melawan penyakit ini adalah edukasi, deteksi dini, dan kekuatan mental.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan sepanjang tahun 2025, sebanyak 8.500 warga telah proaktif melakukan konseling dan deteksi dini. Hasilnya, 141 orang terdeteksi sejak awal dan langsung mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawati, menekankan bahwa kanker payudara, kanker paru, dan kanker serviks masih menjadi jenis kanker yang mendominasi di Benua Etam. Ia mengimbau agar masyarakat tidak hanya menunggu sakit untuk memeriksakan diri.
“Peringatan Hari Kanker menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus berkelanjutan. Sosialisasi dan deteksi dini tidak boleh hanya dilakukan saat momen tertentu, tapi harus rutin dan berkesinambungan sebagai bagian dari pola hidup sehat,” tegas Fit Nawati.
Di balik data medis, ada perjuangan emosional yang tak kalah berat. Siti Normala, seorang penyintas kanker selama 15 tahun, menjadi saksi betapa pentingnya dukungan psikologis bagi pasien. Pengalaman pribadinya itulah yang mendorong berdirinya Rumah Singgah Kanker sejak 2018.
Kehadiran rumah singgah ini, terutama Rumah Singgah Kanker Etam yang diresmikan pada 2022, menjadi secercah harapan bagi pasien asal luar Samarinda. Di tempat ini, para pejuang kanker tidak hanya mendapatkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan panjang, tetapi juga dukungan moral yang kuat.
“Saya pernah merasakan beratnya pengobatan, bukan hanya fisik dan biaya, tapi juga mental. Di rumah singgah, pasien dan keluarga bisa berbagi cerita, saling menguatkan, dan menumbuhkan harapan bersama agar tidak merasa sendirian,” tutur Siti Normala dengan penuh haru.
Melalui peringatan tahun ini, masyarakat diajak untuk bersatu dalam aksi nyata. Mulai dari menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, hingga memberikan dukungan moral kepada para pejuang kanker di sekitar kita. Harapannya, dengan kesadaran yang tinggi, kualitas hidup masyarakat Kaltim dapat terus meningkat dan angka kematian akibat kanker dapat ditekan.(*/sef/pt)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan