Poskaltim.id, Samarinda – Menandai perjalanan panjang selama 33 tahun mengudara, TVRI Kalimantan Timur menggelar puncak perayaan hari jadinya dengan cara yang berbeda.
Stasiun televisi publik ini memilih menyapa langsung masyarakat di jantung Kota Samarinda, kawasan Citra Niaga, pada Sabtu (24/1/2026) malam.
Acara yang disiarkan secara langsung (live) ini bertransformasi menjadi panggung kreativitas yang memadukan unsur tradisional dan modern. Kemeriahan ini sekaligus menjadi bukti eksistensi TVRI Kaltim dalam beradaptasi di tengah era disrupsi digital.
Panggung Citra Niaga malam itu diramaikan oleh deretan pengisi acara yang memukau. Sanggar Seni Bhakti Nusantara menyuguhkan atraksi budaya yang sarat filosofi, sementara energi muda terpancar dari penampilan Scarecrow (SMA 1 Samarinda) melalui tarian kreatif yang enerjik.
Tak ketinggalan, SMK TI Labbaika ikut memamerkan kreativitas seni yang unik, disusul oleh hentakan musik dari El Nino Band yang berhasil menghibur ratusan warga yang memadati kawasan pusat perbelanjaan legendaris tersebut.
Kepala Stasiun TVRI Kaltim, Febriani, menegaskan bahwa usia 33 tahun adalah momentum untuk terus berinovasi. Menurutnya, TVRI tetap berkomitmen menjadi televisi publik yang menyediakan konten pendidikan dan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat Bumi Etam.
“Menampilkan program-program yang inspiratif, inovatif, dan kreatif merupakan motivasi kami. Menjadi televisi publik kebanggaan masyarakat adalah tekad kami,” tegas Febriani.
Malam puncak HUT TVRI Kaltim ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Kaltim Muhammad Faisal, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim dr. Nurizky Permanajati, serta jajaran perangkat daerah lainnya.
Kehadiran para tokoh ini mempertegas peran TVRI Kaltim sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyebaran informasi pembangunan di Kalimantan Timur.
Melalui perayaan di ruang publik seperti Citra Niaga, TVRI Kaltim ingin menunjukkan bahwa media televisi tetap relevan dan dekat di hati pemirsanya.(*/Prb/ty)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan