Poskaltim.id – Bagi warga di sekitar Jalan Lambung Mangkurat, Minggu (25/1/2026) dini hari seharusnya menjadi malam yang hangat.
Di salah satu sudut pemukiman, sekelompok warga tampak asyik begadang. Mereka sedang mempersiapkan segala keperluan untuk sebuah acara pernikahan yang rencananya akan digelar siang harinya.
Namun, sekitar pukul 01.15 Wita, tawa dan obrolan persiapan hajat itu seketika pecah oleh teriakan histeris. Mereka berlari menuju bumbungan rona merah guna memastikan sumber api.
“Saya dengar orang teriak minta tolong sambil bilang ada api. Waktu saya lihat dari pintu, kelihatan api sudah besar,” ungkap Nabil, salah satu saksi mata yang saat itu sedang berada di rumah.
Api pertama kali muncul dari sebuah rumah kayu di ujung Gang Jamhari. Karena sebagian besar material bangunan terbuat dari kayu yang sudah tua, si jago merah tak butuh waktu lama untuk berpesta.
Api meloncat dari satu atap ke atap lainnya, bahkan menyambar rumah kosong dan bangunan tingkat dua di sebelahnya.
Nabil yang menyadari situasi semakin genting, segera lari membangunkan anggota keluarganya. “Rumah rata-rata kayu, jadi api cepat nyebar,” tambahnya lirih.
Di tengah kegelapan malam, Gang Jamhari dan Gang Wisma berubah menjadi lautan kepanikan. Warga yang semula terlelap, terbangun dengan sisa tenaga untuk menyelamatkan nyawa dan barang berharga.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda menerima laporan sekitar pukul 01.20 Wita. Danpos 1 Disdamkarmat, Polly Rachman, menyebutkan tantangan besar yang dihadapi petugas di lapangan adalah sempitnya akses jalan masuk dan minimnya sumber air di sekitar lokasi.
“Informasi awal yang kami terima terdapat tiga bangunan yang terbakar di Gang Jamhari,” ujar Polly. Sebanyak 12 unit mobil tangki dan 25 mesin portable milik relawan dikerahkan. Selama satu jam penuh, petugas dan relawan berjibaku di tengah kepulan asap pekat.
Setelah api berhasil dikendalikan, pemandangan memilukan tersisa di lokasi. Empat rumah tunggal—tiga di Gang Jamhari dan satu di Gang Wisma—kini hanya menyisakan puing-puing arang. Sebanyak 4 Kepala Keluarga dengan total 16 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Dua warga dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Terkait penyebabnya, pihak Disdamkarmat menduga kuat bahwa musibah ini dipicu oleh arus pendek listrik (korsleting).
Luka di Gang Jamhari menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama saat sebagian besar warga sedang beristirahat.(tr)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan