Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, saat membidik bola dalam pembukaan Turnamen Biliar Bola 10 Piala Wali Kota Samarinda 2026.

Wawali Buka Turnamen Biliar Bola 10 Piala Wali Kota Samarinda

Poskaltim.id, Samarinda – Suara break—benturan keras bola putih yang memecah formasi sepuluh bola di atas laken hijau—menggema di ruangan Quantum Biliar, Jalan Pelita, Sabtu (17/1) siang.

Aroma kapur biliar (chalk) dan deru halus mesin pendingin ruangan menjadi latar bagi konsentrasi tingkat tinggi yang terpancar dari wajah para atlet.

Di sini, di tengah hiruk-pikuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-358 Kota Samarinda, olahraga biliar bukan lagi sekadar permainan ketangkasan di meja bar. Ia telah menjelma menjadi panggung pembentukan karakter dan mentalitas juara.

Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, yang hadir membuka Turnamen Biliar Bola 10 Piala Wali Kota Samarinda 2026, tampak mengamati saksama setiap gerak-gerik peserta.

Baginya, setiap ayunan stik (cue) bukan hanya soal memasukkan bola ke dalam lubang, melainkan soal kedisiplinan dan perhitungan matang.

“Olahraga adalah pilar pembentukan karakter. Di meja ini, nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan mental pantang menyerah tumbuh kuat,” ujar Saefuddin di hadapan para hadirin.

Turnamen yang digagas oleh POBSI Samarinda ini membawa gengsi besar. Dengan total uang pembinaan sebesar Rp100 juta, atmosfer kompetisi terasa begitu kental namun tetap hangat dengan semangat persaudaraan.

Sistem open handicap yang diterapkan menjadi jembatan unik; ia mempertemukan bakat-bakat muda yang haus kemenangan dengan para senior yang kenyang pengalaman.

Di bawah sorotan lampu yang menggantung rendah di atas meja, para atlet saling menguji nyali. Tak ada suara gaduh, hanya gesekan halus stik pada bola dan decak kagum penonton saat sebuah bola sulit berhasil dieksekusi dengan teknik draw shot yang sempurna.

“Gunakan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan. Jadikan setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran untuk memperkuat mental bertanding,” pesan Wawali kepada para atlet.

Hadirnya Kepala Disporapar Samarinda dan jajaran TP PKK di lokasi menunjukkan bahwa biliar kini telah diterima sebagai ekosistem olahraga prestasi yang membanggakan.

Bagi Pemkot Samarinda, turnamen ini adalah kado spesial menuju usia kota yang ke-358 pada 21 Januari mendatang.

Pesan Saefuddin Zuhri sangat jelas: ia ingin biliar melahirkan pribadi-pribadi yang objektif dan profesional.

Harapan yang sama juga dititipkan kepada panitia dan wasit agar menjalankan tugas dengan adil, memastikan bahwa pemenang yang lahir adalah mereka yang benar-benar mampu menaklukkan tekanan di atas meja hijau.

Saat turnamen berakhir pada 18 Januari, yang tersisa bukan sekadar daftar juara, melainkan keyakinan bahwa dari sela-sela dentum bola biliar di Samarinda, tengah lahir generasi yang siap bertarung di level nasional maupun internasional.(FER/KMF-SMR/FOTO.CHRIS-DOKPIM/*)

About Redaksi

Check Also

Yudi Adi Prabowo Targetkan Emas di Porwada Kaltim III Bontang

Poskaltim.id, Samarinda —  Atlet biliar asal Samarinda, Yudi Adi Prabowo, menatap optimis gelaran Pekan Olahraga …

Kaltim 10 Besar: Capaian 9 Medali Pijakan Prestasi di Pornas Korpri Lampung

Poskaltim.id, Palembang – Kontingen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) sukses menorehkan prestasi membanggakan pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *