Foto oleh Andrey Ilkevich di Unsplash

Samarinda Lagi Terik! Ini 5 Taktik Jitu Agar Tubuh Tetap Adem dan Anti-Tumbang

SUHU di Samarinda yang menembus 34°C akibat fenomena ekuinoks bukan perkara sepele. Paparan panas ekstrem bisa memicu dehidrasi berat, pusing, hingga heat exhaustion. Tahukah kamu bahwa menjaga suhu tubuh tetap stabil tidak cukup hanya dengan menyalakan AC?

Berikut adalah panduan praktis agar kamu tetap bugar di tengah cuaca panas:

1. Hidrasi Sebelum Haus

Tahukah kamu? Saat otak memberi sinyal “haus”, sebenarnya tubuhmu sudah mengalami dehidrasi ringan. Jangan menunggu haus untuk minum. Siapkan botol minum di meja kerja atau tas, dan minumlah sedikit demi sedikit secara konsisten sepanjang hari. Hindari minuman berkafein atau berpemanis tinggi karena justru bersifat diuretik (membuatmu lebih sering buang air kecil dan kehilangan cairan).

2. Kenali Aturan “Pakaian Adem”

Gunakan pakaian berbahan katun atau linen yang longgar dengan warna-warna terang. Tahukah kamu? Warna gelap seperti hitam menyerap panas matahari, sementara warna terang memantulkannya. Pakaian longgar juga memberikan ruang bagi sirkulasi udara di permukaan kulit agar keringat lebih cepat menguap.

3. Ciptakan Efek “Pendingin Alami” di Rumah

Jika tidak ada AC, kamu bisa menggunakan teknik handuk basah. Gantungkan handuk dingin yang lembap di depan kipas angin yang menyala. Udara yang melewati handuk basah akan membawa uap air dingin dan menurunkan suhu ruangan secara instan.

4. Pilih Makanan dengan Kadar Air Tinggi

Tahukah kamu? Sekitar 20% asupan cairan kita berasal dari makanan. Di cuaca terik, konsumsilah buah-buahan seperti semangka, melon, atau timun. Buah-buahan ini mengandung lebih dari 90% air serta elektrolit alami yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh lebih lama daripada air putih biasa.

5. Atur Jam Aktivitas Luar Ruangan

BMKG mencatat suhu maksimal terjadi antara jam 12.00 hingga 15.00. Jika memungkinkan, hindari aktivitas fisik berat di bawah sinar matahari langsung pada jam-jam tersebut. Jika harus keluar, gunakan pelindung seperti topi lebar atau payung untuk mengurangi paparan radiasi panas ke kepala.

Jika kamu merasa pusing yang hebat, mual, atau kulit terasa sangat panas namun tidak berkeringat, segera cari tempat berteduh yang dingin dan minum air. Itu adalah tanda tubuhmu mulai gagal mengatur suhunya sendiri.(tr)

About Redaksi

Check Also

Fajar Sadboy Tampil di Lagu Ramadhan 2026 Bersama Jenderal Dudung Abdurachman

Poskaltim.id, Jakarta — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bikin …

Harmoni Kerukunan dalam Jalan Sehat Kanwil Kemenag Kaltim

Poskaltim.id – Sabtu pagi di Samarinda (20/12/2025), udara segar menyelimuti halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *