Poskaltim.id, Samarinda – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 H, masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) kini bisa bernapas lega.
Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda memastikan cadangan pangan di “Benua Etam” berada dalam kondisi sangat aman. Masyarakat pun diimbau untuk tidak terjebak dalam aksi panic buying atau aksi borong yang berlebihan.
Kepala Cabang Bulog Samarinda, Adi Yanuar, menegaskan bahwa stok yang tersedia saat ini jauh lebih dari cukup untuk mengaver kebutuhan di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data terbaru per Kamis (12/2/2026), gudang Bulog Samarinda saat ini menguasai cadangan beras yang signifikan untuk menjaga stabilitas pasar.
“Alhamdulillah, stok kita cukup untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran. Saat ini tersedia sekitar 18.405 ton beras medium dan 621 ton beras premium. Jumlah ini sangat aman untuk mengaver seluruh kegiatan masyarakat selama periode tersebut,” ujar Adi Yanuar dalam keterangannya di Samarinda.
Mengingat Kaltim bukan merupakan daerah sentra produksi padi, pasokan ini dipastikan tetap terjaga melalui serapan dalam negeri, terutama kiriman dari wilayah Sulawesi Selatan yang menjadi penyokong utama.
Sebagai aksi nyata menekan inflasi dan fluktuasi harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan, Bulog akan terlibat dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat, 13 Februari 2026.
Masyarakat dapat mendatangi titik-titik lokasi pasar murah yang telah ditentukan oleh Dinas Tanaman Pangan maupun gudang-gudang resmi Bulog untuk mendapatkan komoditas pangan dengan harga stabil.
Bulog juga memberikan perhatian serius pada wilayah pedalaman yang rawan mengalami lonjakan harga akibat kendala logistik. Salah satunya adalah Kabupaten Mahakam Ulu.
“Untuk wilayah seperti Mahakam Ulu yang sempat mengalami lonjakan harga tajam, kami sudah melakukan pengiriman beras bekerja sama dengan perangkat daerah dan Satgas Pangan guna memastikan stabilitas di sana,” jelas Adi.
Bulog berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda Kaltim guna memastikan harga tetap seragam dan tidak terjadi penimbunan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kehadiran stok yang melimpah ini diharapkan menjadi “jangkar” ekonomi bagi warga Kaltim agar dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga sembako.(*/Prb/ty)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan