Poskaltim.id, Sendawar — Perayaan Natal Persekutuan Oikumene digelar oleh PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) Group Melak, diantaranya PT. TCM, BEK, TIS, GPK dan NPR beserta seluruh karyawannya.
Perayaan Natal ini dihadiri Pdt. Yandi Manobe dan di hibur oleh artis rohaniawan Maria Priscilla, berlangsung di GOR Desnan, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), pada Kamis malam (15/1/2026).
Pendeta Yandi Manobe dalam keterangannya saat ditemui usai acara menyampaikan, sangat terkesan setelah keliling Indonesia akhirnya bisa tiba di Kutai Barat dan diberi kesempatan untuk melayani.
“Tetapi kalau berbicara Natal itu, secara kasat mata bagus untuk ditonton, tapi sebenarnya Natal itu bukan tontonan, tapi tuntunan. Siapapun yang merayakan Natal dia mesti dituntun berjumpa dengan Yesus sang bayi Natal itu,” ujarnya.
“Kalau kita merayakan natal tapi tidak berjumpa dengan Yesus, itu kita hanya merayakan perayaan tontonan atau keramaian. Tapi dia bukan sekadar tuntunan biasa, dia sekaligus adalah tantangan,” lanjutnya.
Menurutnya, tantangan saat ini adalah bagaimana umat menghadirkan Kristus di tengah-tengah keluarga. Hal tersebut yang kini menjadi tantangannya.
Ia menyebut, apakah setelah merayakan natal semua orang bisa menghadirkan Kristus dalam keluarga, dan keluarga semua orang bisa diselamatkan oleh Kristus. Keselamatan memperoleh hidup yang kekal maupun kehidupan sehari-hari dan bisa menikmati kasih karunia, pekerjaan atau apapun yang Tuhan izinkan kepada semua orang.
“Secara pribadi saya berterima kasih sekali kepada panitia dan perusahaan, pemerintah dan masyarakat di sini yang saya kira sangat antusias mengikuti acara ini,”ucapnya.
Dikatakannya, Ini luar biasa sekali, pasti tempat ini diberkati, semua orang percaya bahwa Tuhan telah memakai orang-orang untuk memakai perusahaan ini untuk menjadi berkah bagi semua orang. Dan bisa dilihat malam ini suasananya penuh persaudaraan, ini luar biasa.
“Kami percaya, bahwa perusahaan ini sangat bagus kepada karyawannya, dan perusahaan ini memberi berkat bagi banyak orang. Pesan saya, bagi semua pekerja, bahwa Tuhan memberi makan kepada burung Pipit tetapi tidak melemparkan gandum ke dalam sangkar, justru burung itu mesti keluar dan mencari. Karena itu ketika kita diberi pekerjaan, bersyukurlah, bekerja dengan baik, seperti untuk Tuhan dan manusia. Sebab melalui pekerjaan itulah Tuhan memelihara kehidupan kita bahkan keluarga kita. Tetap jaga keselamatan kerja, ikuti peraturan yang berlaku, dan semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan sekaligus berkat bagi kita,” bebernya.
Ia berpesan, bagi yang suka mabuk-mabukan di Perusahaan untuk segera berhenti. Bagi, yang suka tipu-tipu segera berhenti. Ia mengajak karyawan untuk bekerja saja dengan sukacita dan sepenuh hati. Ia juga mengajak untuk terus belajar dari berbagai perbedaan yang ada, mulai dari suku Timor, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan lain-lain.
“Tapi yang bekerja di sini pasti bukan kebetulan, itu satu kesempatan dimana kita belajar untuk bekerja bersama-sama dan belajar juga untuk menikmati kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal Persekutuan Oikumene perusahaan, Agustinus ER Head Melak Cluster menyampaikan, yang diharapkan manajemen adalah antusias dan kehadiran, dengan harapan natal perusahaan ini bisa memberi dampak bagi masyarakat, baik desa desa di sekitar tambang maupun warga dan gereja gereja yang ada di Kutai Barat.
“Dengan Natal ini kami ingin memperkuat silaturahmi dan kerja sama antara perusahaan dengan karyawan maupun masyarakat sekitar terjalin lebih baik lagi kedepannya,” ucapnya
Sehingga ketika ada isu atau hal-hal kontribusi perusahaan dianggap kurang biarlah masyarakat melihat sendiri. Ia menyebut bahwa perusahaan sudah begitu banyak berkontribusi terhadap warga maupun masyarakat Kutai Barat, ke depannya perusahaan akan lebih meningkat lagi untuk tahun 2026.
“Kami juga bersyukur acara ini disambut antusias karena perkiraan kami kehadiran karyawan maupun warga sekitar 2.500 orang tapi yang datang hampir 5 ribu orang. Dan yang spesial kita kehadiran pak pendeta Yandi Manobe dan penyanyi rohani Maria Priscilla,” ungkapnya.
Management Perusahaan Hirung, AMM Melak Cluster menyampaikan, satu hal yang menjadi catatan dari management, bahwa di tahun 2026 ini. Setiap ada ibadah Oikumene di hari Jumat oleh perusahaan, ia selalu menekankan siapapun yang rajin ibadah akan selalu dicatat di buku harian nya, dan siapapun yang tidak rajin ibadah ia pastikan karyawan tersebut tidak akan mendapatkan promosi dari perusahaan.
“Saya pastikan siapapun karyawan yang tidak rajin ibadah Oikumene di hari Jum’at saya akan catat di buku saya, tidak akan ada promosi buat dia,” tegasnya.
Ia menyebut, memang ini kedengarannya agak sadis, agar supaya umat Kristen yang ada di perusahaan rajin ibadah. Karena kalau dia rajin ibadah dia pasti akan takut dengan Tuhan dan juga akan takut kehilangan pekerjaan kalau dia berbuat kesalahan.
“Kalau dia tidak rajin ke gereja gimana dia bisa takut sama pimpinannya,”katanya.
Apabila mereka rajin ibadah ke gereja perusahaan akan kasih bonus dan apresiasi terhadap kinerjanya. Tahun 2025 kemarin kinerja karyawan sudah di apresiasi oleh management ada yang di promosi dan ada yang tidak di promosi.
“Pdt Yandri sudah menjelaskan, jangan sampai hidup kita ini antara perasaan dan hati kita tidak konek, kalau hati kita bermasalah, hidup kita juga pasti bermasalah,”ujarnya.
Ia berharap, sepulang dari ibadah dan mendengar khotbah ini, khusus bagi karyawan ITM group tidak ada yang bermasalah dengan jiwanya, tapi jiwanya terkoneksi dengan Tuhan.
“Saya berjanji untuk tahun yang akan datang, perayaan natal Persekutuan Oikumene akan di gelar lebih meriah dari tahun ini,” janjinya.
Ia berjanji management akan mensupport masalah budget dan dana untuk kegiatan kerohanian. Ia sebagai penanggung jawab berjanji akan mendorong teman teman yang Kristen untuk aktif dalam setiap kegiatan yang ada. (arf/yul)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan