Poskaltim.id, Samarinda — Tradisi membagikan uang lembaran pecahan baru Rupiah disaat Idulfitri. Silaturahmi belum lengkap tanpa bagi-bagi uang baru. Nilainya mulai dari dua ribu hingga puluhan ribu.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan untuk penukaran uang baru di tahun 2026 ini, Bi Kaltim telah bekerjasama dengan 35 kantor bank.
“Penukaran uang baru ini dilaksanakan bekerja sama dengan perbankan di 7 kabupaten/kota wilayah kerja KPwBI Kalimantan Timur pada periode tanggal 18 Februari-15 Maret 2026 di 35 kantor bank,” ujarnya saat Temu Media dengan sejumlah wartawan di Samarinda pada Jumat (27/2/2026).
BI Kaltim menyiapkan uang Rupiah baru untuk menjamin ketersediaan uang yang layak edar, dengan pecahan yang sesuai, tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat, serta aman dari upaya pemalsuan, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan kepentingan nasional.
“Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp185,6 triliun untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026. Di Kaltim, kita menyiapkan Rp2,18 triliun uang baru,” paparnya.
Diakuinya, layanan melalui Aplikasi/Website PINTAR tersendat karena banyaknya peminat dengan penukaran maksimal 1 paket senilai Rp5,3 juta per orang.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak menukarkan uang baru dengan lapak-lapak “penjual” uang untuk menghindari beberapa kemungkinan seperti resiko uang palsu dan penambahan nilai beli yang dilarang untuk memperdagangkan uang Rupiah.
Jajang mengingatkan masyarakat agar tetap semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiahyaitu mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), merawat Rupiah dengan 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi), serta bijak dalam bertransaksi.
“KPwBI Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi kepada perbankan dan seluruh mitra kerja atas sinergi dalam menghadirkan layanan penukaran yang mudah diakses, tertibi dan lancar, sehingga distribusi uang Rupiah berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026,” ujarnya.(yul)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan