Poskaltim.id, Samarinda – Puluhan orang yang datang sebagai peserta Ngopi Coi, bertema “Indonesia Adalah Kita” tak beranjak dari tempat duduk karena mendengarkan beberapa paparan pembicara yang diselingi dengan pemutaran video bagaimana toleransi terbangun di kehidupan anak bangsa.
Program Ngopi Coi merupakan kerja sama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Timur dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di berbagai daerah di Indonesia.
Acara Ngopi Coi dibuka oleh Gubernur Kaltim yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan Deni Sutrisno didampingi Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT, Letkol Laut Setyo Pranowo dan Ketua FKPT Kaltim Ahmad Jubaidi.
Acara yang dimulai pukul 13.30 Wita di Hotel Mercure Samarinda, Jumat siang (30/10) terbagi dalam dua sesi yaitu talk show di Radio Suara Samarinda dan sesi Diskusi dengan narasumber Willy Pramudya, tentang bahaya di balik penggunaan internet.
Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Kaltim, Deni Sutrisno mengatakan, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan semakin berat dan menantang.

“Apalagi saat ini, kita dihadapkan dengan berbagai persoalan yang harus dituntaskan bersama-sama. Bukan hanya soal ekonomi dan pembangunan fisik semata, namun yang lebih besar yaitu pembangunan manusia seutuhnya sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya.
Pembangunan karakter, tegasnya, mutlak diperlukan sebagai modal sosial bangsa. Berbagai gangguan dan rintangan yang kerap dapati seperti masuknya paham radikal, intoleransi serta paham-paham yang tidak sejalan dengan semangat nilai agama yang benar serta nilai budaya bangsa.
“Mari bersama membangun moderasi pemikiran yang memberikan dorongan untuk selalu menjaga keamanan dan persatuan sehingga bahaya radikalisme terorisme tidak muncul di masyarakat,” harapnya.
Sementara Ketua Panitia Yuliawan Andrianto, dalam laporannya mengatakan penyelenggaraan Ngopi Coi di Samarinda merupakan penyelenggaraan ke-18 kegiatan serupa dari 32 FKPT di seluruh Indonesia
Tujuannya yaitu memberikan pemahaman kepada berbagai elemen masyarakat khususnya kepada awak media massa, mahasiswa pers kampus, penggiat media sosial serta aparatur Kelurahan dan anggota Babinsa Bhabinkamtibmas yang berada langsung di tengah masyarakat
“Selain itu, kami juga berharap kedepan ada program peningkatan SDM untuk wartawan termasuk pers kampus dan humas dalam pelatihan peliputan jurnalistik untuk kasus-kasus radikalisme dan terorisme,” ujarnya.
Tampak turut hadir dalam sesi pembukaan, Kasi Partisipasi Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Letnan Kolonel Laut Setyo Pranowo, Kasi Intel Korem 091/Aji Suryanatakesuma Kolonel ARM Dodi Diantoro, Wakasat Intel Polresta Samarinda AKP Teguh Budi, Ketua FKPT Kaltim Achmad Jubaidi dan Praktisi Media dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Willy Pramudya.
Kegiatan Ngopi Coi di Samarinda juga dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama pemberitaan dan penyebarluasan informasi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim.(Erni Dia Lestari)