Poskaltim.id, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk menempatkan kaum perempuan sebagai pilar strategis dalam penguatan ekonomi daerah.
Melalui “karpet merah” kolaborasi, Pemkot mengajak Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bontang untuk semakin berdaya saing di kancah lokal maupun nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten I Setda Kota Bontang, Dasuki, saat mewakili Wali Kota dalam Rapat Kerja DPC IWAPI Kota Bontang yang digelar di Auditorium Taman 3D, Jumat (23/1/2026).
“Kami siapkan karpet merah kolaborasi. Mulai dari percepatan izin, inkubator bisnis, hingga bantuan packaging dan branding. Kami ingin ibu-ibu pengusaha di Bontang semakin tangguh dan berdaya saing,” tegas Dasuki di hadapan para pengurus IWAPI.
Pemerintah menyadari bahwa pemberdayaan pengusaha perempuan memiliki efek domino yang besar, karena dampaknya akan langsung menyentuh kesejahteraan keluarga di Kota Taman.
Menyambut dukungan tersebut, Ketua DPC IWAPI Bontang, Nurhasanah Syarief, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini tengah bertransformasi. Inovasi dan digitalisasi menjadi fokus utama agar UMKM perempuan di Bontang mampu menjadi pemain kunci dalam Gerakan Ekonomi Bontang (GEB).
“Raker ini bukan sekadar rutinitas, tapi momentum bagi kami kaum ibu untuk membuktikan bahwa kami bisa menjadi pilar ekonomi yang mandiri,” tutur Nurhasanah.
Dukungan terhadap kaum ibu pengusaha ini juga diperkuat oleh KADIN Kota Bontang. KADIN meyakini bahwa sentuhan perempuan dalam dunia usaha membawa nilai ketekunan dan kepedulian tinggi, yang menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin dinamis.
Melalui sinergi antara Pemkot, IWAPI, dan KADIN, diharapkan ekosistem usaha di Kota Bontang menjadi lebih inklusif dan mampu melahirkan pengusaha-pengusaha perempuan yang sukses di era digital.
Sumber Berita: Penulis: Apriana/Prokompim
Fotografer: Hasan/Prokompim
Editor: M Zulfikar Akbar/Prokompim
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan