Para pekerja mengikuti Apel dan Pencanangan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026 (Dok. Istimewa)

Bulan K3 Nasional 2026: Bukan Sekadar Regulasi, Keselamatan Kerja Sebagai Nilai

Poskaltim.id, Balikpapan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mencanangkan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026.

Bertempat di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan, Sabtu (31/1/2026), kegiatan ini menjadi momentum penguatan budaya kerja aman di seluruh penjuru Benua Etam.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, yang bertindak sebagai pembina apel, membacakan amanat Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli. Ia menegaskan bahwa penerapan K3 harus menjadi bagian integral dari pembangunan daerah demi menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan.

“K3 bukan sekadar kewajiban regulatif. K3 adalah nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat,” tegas Seno Aji di hadapan ratusan peserta apel.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perusahaan yang berkomitmen menjaga standar keselamatan, Pemprov Kaltim memberikan penghargaan dalam dua kategori utama:

  1. Penghargaan P2K3 (561 Perusahaan): Diberikan kepada perusahaan yang aktif dan konsisten menyampaikan laporan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai regulasi terbaru.

  2. Penghargaan Partisipasi Aktif (92 Perusahaan): Diberikan kepada korporasi yang menunjukkan komitmen tinggi dalam sosialisasi dan penguatan budaya K3 di lapangan.

Selain penghargaan, acara ini juga diwarnai dengan penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga ahli waris/penerima manfaat sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan jaminan sosial.

Tidak hanya bersifat seremonial, pencanangan ini ditutup dengan aksi lapangan yang memukau. Tim dari PT Jembatan Muara Bara dan PT Pamapersada Nusantara Site Baya menampilkan simulasi dan atraksi K3.

Atraksi tersebut menggambarkan secara visual bagaimana standar prosedur keselamatan dijalankan saat menghadapi situasi darurat di area pertambangan dan industri.

Wagub berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja semakin solid. Dengan ekosistem K3 yang profesional dan kolaboratif, Kaltim optimistis dapat menekan angka kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan daya saing industri daerah di level nasional.(*/tp/pt)

About Redaksi

Check Also

Pemkot Bontang Tebar ‘Karpet Merah’ Kolaborasi bagi Pengusaha Perempuan IWAPI

Poskaltim.id, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk menempatkan kaum perempuan sebagai pilar strategis dalam …

ASN Pemprov Kaltim Punya Aturan Seragam Baru

Poskaltim.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *