Poskaltim.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) selangkah lagi resmi menerapkan sistem Manajemen Talenta dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepastian ini mengemuka setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, memaparkan ekspose kesiapan di hadapan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Langkah strategis ini merupakan upaya Pemprov Kaltim untuk membangun birokrasi yang lebih profesional, objektif, dan terukur dalam menempatkan pejabat di posisi strategis.
Dalam paparannya, Sekda Sri Wahyuni mendemonstrasikan simulasi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang kosong melalui mekanisme talent match.
Dengan skema ini, pengisian jabatan tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan berdasarkan kecocokan otomatis antara kompetensi, rekam jejak kinerja, dan potensi ASN dengan kebutuhan organisasi.
“Begitu SK penetapan diterbitkan oleh BKN, Manajemen Talenta akan langsung kami terapkan untuk pengisian jabatan di lingkup Pemprov Kaltim,” tegas Sri Wahyuni.
Sekda mengingatkan bahwa sistem canggih ini sangat bergantung pada validitas data. Ia mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemprov Kaltim untuk lebih proaktif dalam memperbarui data kepegawaian mereka.
“Manajemen Talenta bertumpu pada data. Seluruh ASN wajib memastikan data kepegawaiannya lengkap dan valid agar pengembangan karier dilakukan secara adil dan berbasis sistem,” tambahnya.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, memberikan apresiasi atas kesiapan Kaltim. Menurutnya, Manajemen Talenta adalah instrumen vital untuk memastikan sistem merit berjalan optimal, sehingga jabatan-jabatan penting diisi oleh orang yang tepat (the right man on the right place).
“Sistem ini memastikan ASN yang menduduki jabatan benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai. Selain itu, penerapannya harus selaras dengan visi, misi, dan RPJMD kepala daerah agar kinerja ASN berkontribusi langsung pada target pembangunan,” jelas Zudan.
Konsistensi dan Pembaruan Data
Akhir tahun lalu, Plt. Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen ASN BKN, Jumiati, sudah mengingatkan tantangan utama manajemen talenta. Di wilayah dengan karakteristik geografis khusus seperti Intan Jaya, tantangan utama adalah konsistensi pengelolaan data.
“Manajemen Talenta bukan program jangka pendek. Data harus diperbarui secara berkelanjutan agar pemetaan potensi dan kompetensi ASN benar-benar akurat. Intan Jaya kami dorong menjadi contoh laboratorium digitalisasi Manajemen Talenta di Papua,” jelasnya.
Keberhasilan skema Talent Match di Kalimantan Timur tidak bisa berdiri di ruang hampa. Ia harus beresonansi dengan arah kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Berikut adalah perbandingan antara target pusat dengan implementasi di daerah:
| Dimensi Analisis | Fokus BKN RI | Implementasi Pemprov Kaltim |
| Sifat Program | Bukan program jangka pendek; berkelanjutan. | Diakselerasi melalui Rakertek BPSDM & Corporate University. |
| Pilar Utama | Konsistensi pembaruan data secara digital. | Integrasi ke dalam SIPD-RI dan digitalisasi layanan BKD. |
| Target Geografis | Mendorong wilayah khusus sebagai lab digitalisasi. | Memposisikan diri sebagai barisan depan Manajemen Talenta penyangga IKN. |
| Tujuan Akhir | Pemetaan potensi & kompetensi yang akurat. | Mewujudkan birokrasi agile dan pengisian jabatan fungsional berbasis keahlian. |
Keselarasan antara pusat dan daerah kini bukan lagi soal teknis aplikasi, melainkan soal kedisplinan input data. Tanpa pembaruan data yang “napasnya panjang” (seperti pesan BKN), sistem Talent Match secanggih apa pun hanya akan menjadi mesin pencocok yang usang.(*/bkn/sef/pt)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan