Poskaltim.id, Samarinda – Gagasan cemerlang di lingkungan birokrasi tidak akan memberikan dampak nyata tanpa kemampuan komunikasi yang tepat.
Menyadari hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sharing Session ke-105 bertema “Seni Komunikasi Persuasif ASN Agar Gagasan Diterima Pimpinan” secara virtual pada Senin (26/1).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyampaikan ide, inovasi, dan rekomendasi secara terstruktur, strategis, serta beretika.
Melalui pelatihan ini, ASN diharapkan mampu menjembatani pemikiran kreatif mereka agar dapat dipahami dan diimplementasikan oleh pimpinan sebagai kebijakan publik.
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menekankan bahwa dalam dinamika birokrasi, kualitas ide saja tidak cukup. ASN dituntut memiliki kemampuan persuasi yang etis agar setiap usulan inovasi memiliki daya tawar yang kuat di mata pengambil keputusan.
“Tema ini sangat kontekstual. Melalui sharing session ini, kami berharap peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam membangun komunikasi yang efektif serta berdampak di lingkungan kerja,” ujar Nina Dewi saat membuka acara.
Hadir sebagai narasumber, Master Trainer Public Speaking sekaligus Co-Founder Semesta Academy, I Made Kertayasa, menyoroti kegagalan banyak pihak dalam menyampaikan gagasan karena terlalu fokus pada susunan kata. Menurutnya, komunikasi adalah sebuah ilmu yang melibatkan rasa dan kesan.
“Komunikasi bukan sekadar keterampilan berbicara, tapi sebuah ilmu. Di balik pesan ada kesan, di balik kata ada rasa,” jelasnya di hadapan para peserta.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan berlatih menyampaikan gagasan secara persuasif. Keterampilan ini menjadi bekal penting bagi ASN dalam mendukung pengambilan keputusan yang akurat di lingkungan pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur.(KRV/pt/*)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan