Foto oleh Thirdman : https://www.pexels.com/id-id/foto/agama-teks-budaya-kultur-7957127/

Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1447 H di Jakarta

Poskaltim.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan menggelar Sidang Isbat (Penetapan) Awal Ramadan 1447 Hijriah pada sore ini, Selasa (17/2/2026).

Sidang yang menjadi rujukan umat Muslim di Indonesia untuk memulai ibadah puasa ini akan dilaksanakan secara bertahap di Auditorum HM Rasjidi, Kantor Kemenag Pusat, Jakarta.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menjelaskan bahwa sidang ini merupakan wujud kebersamaan pemerintah dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan berdasarkan data saintifik dan syariat.

Tahapan Sidang Isbat

Pelaksanaan Sidang Isbat sore ini akan dibagi menjadi tiga tahap utama:

  1. Pemaparan Posisi Hilal (Pukul 17.00 WITA/16.00 WIB): Tim Hisab dan Rukyat Kemenag akan memaparkan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Sesi ini terbuka untuk umum dan dapat disaksikan melalui kanal live streaming media sosial Kemenag.

  2. Sidang Isbat Tertutup (Pasca Maghrib): Sidang inti yang dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, serta duta besar negara sahabat. Sidang ini akan merujuk pada hasil pemaparan hisab dan laporan konfirmasi lapangan (rukyatul hilal).

  3. Konferensi Pers (Pukul 20.00 WITA/19.00 WIB): Pengumuman resmi hasil penetapan awal Ramadan 1447 H oleh Menteri Agama RI.

Titik Pantau di Kalimantan Timur

Untuk wilayah Kalimantan Timur, pemantauan hilal (rukyatul hilal) dipusatkan di beberapa titik strategis, salah satunya adalah Menara Pandang Samarinda dan titik pantau di Balikpapan. Tim dari Kanwil Kemenag Kaltim bersama BMKG dan akademisi akan melaporkan hasil pengamatan langsung dari lapangan sebagai bahan pertimbangan di sidang pusat.

Kriteria MABIMS

Penentuan awal bulan hijriah tahun ini tetap merujuk pada kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), di mana tinggi hilal minimal berada pada 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Jika hasil pemantauan di seluruh titik di Indonesia melaporkan hilal tidak terlihat atau tidak memenuhi kriteria, maka bulan Sya’ban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari, dan awal Ramadan kemungkinan besar jatuh pada lusa. Namun, kepastian mutlak tetap menunggu ketukan palu Menteri Agama malam nanti.(*/)

About Redaksi

Check Also

Pers Jadi Penjernih Informasi bagi Publik Di Tengah Kepungan Medsos

Poskaltim.id – Arus digitalisasi yang masif dan banjir informasi di media sosial menempatkan insan pers pada …

Ojol Kini Jadi Garda Depan Perlindungan Anak di Kaltim

Poskaltim.id, Samarinda – Di sela-sela padatnya lalu lintas Kota Tepian, ribuan jaket hijau dan kuning …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *