Foto: Teguh/Istimewa

Ojol Kini Jadi Garda Depan Perlindungan Anak di Kaltim

Poskaltim.id, Samarinda – Di sela-sela padatnya lalu lintas Kota Tepian, ribuan jaket hijau dan kuning berlalu-lalang menembus gang sempit hingga jalan protokol. Namun mulai hari ini, kehadiran mereka bukan lagi sekadar mengejar setoran atau mengantar pesanan makanan.

Di balik kemudi, para pengemudi ini kini memikul misi mulia sebagai Ojol Berlian: Ojek Online Bersama Lindungi Anak. Senin (9/2/2026) menjadi tonggak sejarah baru bagi ekosistem transportasi di Kalimantan Timur.

Bertempat di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim resmi mengukuhkan para pengemudi ojek online sebagai agen pencegahan kekerasan.

Program Ojol Berlian lahir dari kesadaran bahwa pengemudi ojek online adalah entitas yang paling dekat dan paling sering bersentuhan dengan dinamika masyarakat. Mobilitas mereka yang tinggi menjadikan mereka saksi mata potensial terhadap berbagai ancaman di ruang publik.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Kaltim, Hj. Junainah, menegaskan bahwa para mitra driver ini dipersiapkan untuk menjadi “Pelopor dan Pelapor”.

“Mereka terlibat langsung dalam upaya pencegahan kekerasan. Keberadaan pengemudi ojol yang bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari menjadikan mereka mitra penting pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan,” ujar Junainah dengan nada optimis.

Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan DP3A, kasus kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), hingga eksploitasi terhadap anak masih menjadi tantangan besar di lapangan. Di sisi lain, banyak orang tua yang masih merasa cemas saat melepaskan buah hati mereka menggunakan jasa transportasi online tanpa pendampingan.

Analis Kebijakan Ahli Muda DP3A Kaltim, Vepri Haryono, menjelaskan bahwa Ojol Berlian didesain untuk menghapus kecemasan tersebut. Standar transportasi ramah anak kini bukan lagi opsi, melainkan kewajiban.

“Kami mendorong gaya hidup yang melindungi anak dalam setiap aspek. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh sehat dan wajar tanpa rasa cemas saat berada di ruang publik, termasuk saat menggunakan motor atau mobil ojek online,” kata Vepri.

Kegiatan ini tidak hanya berisi seremoni. Puluhan pengemudi ojol di Samarinda mendapatkan edukasi mendalam, mulai dari keselamatan berlalu lintas oleh Satlantas Polresta Samarinda—seperti kewajiban penggunaan helm bagi penumpang anak—hingga cara mendeteksi dini tanda-tanda kekerasan yang mungkin mereka temui di perjalanan.

Sinergi ini juga melibatkan pihak aplikator dan lembaga perlindungan anak guna memastikan mekanisme pelaporan yang cepat dan tepat sasaran. Dengan adanya dukungan dari sektor perbankan seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), program ini diharapkan memiliki keberlanjutan yang kuat dari sisi dukungan ekosistem.

Kini, setiap kali masyarakat melihat “Ojol Berlian” di jalanan Samarinda, ada rasa aman yang tersirat. Mereka bukan hanya mitra transportasi, melainkan pelindung tak berseragam yang memastikan bahwa anak-anak Kalimantan Timur bisa sampai ke tujuan dengan selamat, ceria, dan terlindungi.(*/Prb/ty)

About Redaksi

Check Also

X Corp Janji Patuhi Hukum Indonesia

Poskaltim.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi melakukan normalisasi akses terhadap layanan kecerdasan buatan …

Kaltim Dikepung Cuaca Ekstrem 31 Januari – 1 Februari, Waspada Banjir dan Angin Kencang!

Poskaltim.id, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis resmi terkait potensi cuaca …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *