Poskaltim.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan membangun gudang penyimpanan bahan pokok di bawah Bulog, mengingat kebutuhan pokok masih dominan didatangkan dari luar provinsi Kaltim. Selain itu, penambahan gudang tersebut diharapkan dapat menyerap hasil produksi pertanian milik petani.
Empat gudang Bulog baru tersebut akan dibangun di Kabupaten Kutai Timur, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kota Bontang. Langkah ini merupakan strategi krusial untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memangkas jalur distribusi beras ke wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Rencana ini sangat diapresiasi oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) Budi Widihartanto saat temu media pada Rabu (21/1/2025) di Samarinda.
“Gudang-gudang ini diharapkan tidak saja dapat menampung bahan pokok untuk persediaan warga tetapi juga akan mampu menyerap produksi pertanian. Sehingga tidak ada lagi kelangkaan bahan makanan di kabupaten/kota,” ujarnya.
Diakui Budi, Provinsi Kaltim masih mendatangkan bahan pokok dari beberapa provinsi lain di Indonesia karena ketidakmampuan Kaltim dalam memproduksi bahan pokok tersebut. Misalnya, produk hortikultura seperti sayuran dan cabai masih didatangkan dari Pulau Jawa, daging sapi masih dipasok oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan beras didatangkan dari beberapa provinsi di Sulawesi.

Dengan tersedianya gudang-gudang penyimpanan bahan pokok di setiap kabupaten/kota, diharapkan dapat menekan inflasi dan menjaga stok pangan Masyarakat. Terlebih menghadapi hari besar keagamaan.
Saat ini sumber produksi padi di Kaltim berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser dan Kutai Kartanegara serta Sebagian kecil dihasilkan oleh Samarinda, Kutai Timur dan Berau.
Sedangkan produksi sayuran Sebagian kecil dipasok oleh Kota Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Sementara Kaltim baru bisa surplus daging ayam dan telur.
“Dengan rencana pembangunan gudang stok barang di kabupaten/kota, diharapkan tidak terjadi gejolak harga di pasaran maupun status bencana kelaparan di daerah terpencil,” tegas Budi.(yul)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan