Satu Dekade, Satu Napas Baru: Saat “Berharap” Tak Lagi Sekadar Menunggu

Oleh: Muhammad Fadhli

DALAM dunia kreatif, sebuah karya seringkali dianggap selesai saat ia dilepas ke publik. Namun, bagi grup band asal Bandung, Mitologi, sebuah lagu adalah entitas yang hidup—ia bisa tumbuh, menua, bahkan lahir kembali. Pekan ini, mereka melakukan sesuatu yang jarang berani dilakukan banyak musisi: melakukan rebirth atau kelahiran ulang terhadap single perdana mereka yang bertajuk “Berharap”.

Keputusan merilis ulang lagu lama bukan tanpa alasan. Bagi Mitologi, ini adalah cara mereka merayakan babak baru sekaligus memperkenalkan identitas yang lebih segar, matang, dan emosional di tengah hiruk-pikuk tren musik digital yang serba instan.

Kelahiran ulang ini ditandai dengan hadirnya sosok baru di depan mikrofon: Allya Zenab. Di bawah naungan label Metronom Musik, karakter vokal Allya memberikan napas yang berbeda pada lagu “Berharap”. Jika versi sebelumnya mungkin terasa sebagai pengenalan, versi 2026 ini hadir dengan kontrol nada rendah yang stabil dan aransemen yang lebih “dalam”.

I Made Wiraswatika, sang drummer sekaligus produser, menyebut bahwa Allya bukan sekadar vokalis pengganti. Ia adalah kepingan puzzle yang selama ini dicari untuk membawa Mitologi ke level musikalitas yang lebih matang. “Vokalis kami sekarang lebih berteknik dan kontrol nadanya stabil,” ungkap Made.

Di era media sosial, di mana popularitas seringkali dikejar lewat sensasi, Mitologi justru kembali ke prinsip dasar gaya hidup bermusik: Attitude.

Bagi Made, kemasan musik pop alternatif yang mereka usung harus ditunjang oleh sikap yang baik. “Yang paling utama memiliki attitude yang baik,” tegasnya. Pesan ini menjadi menarik di tengah gaya hidup industri hiburan yang dinamis; bahwa karya yang bagus harus lahir dari kenyamanan dan integritas personal para pelakunya. Kehadiran Allya membawa harmoni itu kembali ke dalam studio.

Menariknya, Mitologi kini memilih gaya hidup berorganisasi yang lebih ramping dengan formasi inti hanya berdua: Made dan Allya. Konsep “Duo” ini dipilih agar mereka bisa lebih fokus dalam pengembangan karya dan menjaga konsistensi karakter musikal tanpa banyak gangguan teknis internal.

Untuk urusan panggung, mereka tetap menjanjikan energi maksimal dengan dukungan musisi tambahan (additional players) profesional. Ini adalah cerminan gaya hidup modern yang mengutamakan fungsi dan kualitas tanpa harus terbebani struktur yang kaku.

Lagu “Berharap” versi baru ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai Jumat, 23 Januari 2026. Dengan aransemen yang easy listening namun kaya rasa, Mitologi tidak hanya ingin sekadar eksis, tetapi ingin menjadi suara yang relevan bagi pendengarnya.

Mungkin kita semua sedang “berharap” akan sesuatu—entah itu cinta, karier, atau sekadar ketenangan. Dan melalui lagu ini, Mitologi mengajak kita untuk tidak sekadar menunggu, tetapi berani melangkah maju dengan jiwa yang baru.

About Redaksi

Check Also

Vanya Wijaya Dinobatkan Sebagai Roro Cilik Kabupaten Malang Favorit 2025

Poskaltim.id, Malang – Senyum hangat, dan tepuk tangan meriah penonton menjadi saksi lahirnya bintang muda …

NPSCORP Deklarasikan Peralihan Program Superkids & Superpops ke GSI Records dan Superkids Records

Poskaltim.id, Jakarta – Setelah sukses mencetak rekor dengan merilis 1000 lagu dan 800 penyanyi baru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *