Poskaltim.id, Samarinda – Situasi geopolitik dunia yang belum sepenuhnya membaik turut mempengaruhi perekonomian Provinsi Kalimantan Timur yang masih mengandalkan sektor migas dan penggalian.
Kondisi ekonomi dunia sepanjang tahun 2025 menjadi tahun yang sulit bagi banyak sektor untuk berkembang dan mengingkatkan produksi penjualannya.
Ha tersebut terungkap dalam acara Temu Media Bersama Bank Indonesia Kaltim yang berlangsung pada Rabu sore (21/1/2025). Temu media ini juga sekaligus menjadi perpisahan bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto yang akan mendapatkan promosi jabatan baru pada Bank Indonesia di Jakarta.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto menjelaskaneekonomi AS dan sejumlah negara emerging markets masih tertahan seiring ketidakpastian ekonomi global yg masih tinggi dan permintaan domestik masing-masing negara belum kuat.
“Sementara negara kawasan Eropa diprakirakan meningkat ditopang oleh permintaan domestik dan investasi seiring pelonggaran kebijakan kebijakan moneter,” ujarnya.
Ditambahkan, kinerja ekonomi nasional tetap resilient di tengah gejolak ekonomi global, ditopang oleh peningkatan sektor industri dan ekspor yang ditopang oleh produk hilirisasi logam dasar, serta terjaganya permintaan domestik.
Adapun pangsa ekonomi secara spasial terbesar masih berada di regional Jawa, disusul oleh Sumatera dan Kalimantan. Saat ini pangsa Kalimantan terhadap total ekonomi nasional mencapai 8,02%.
Sementara itu, ekonomi Kaltim sampai dengan triwulan III 2025 tumbuh melambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan.
“Meski demikian, ekonomi Kaltim masih memegang pangsa tertinggi diantara provinsi lainnya di Kalimantan. Adapun penyebab termoderasinya pertumbuhan ekonomi Kaltim utamanya ialah perlambatan sektor pertambangan dan ekspor seiring lesunya permintaan batubara dari negara mitra dagang,” jelas Budi.(yul)
PosKaltim.id Informatif dan Mencerdaskan