Taman Budaya Sendawar, Simbol Keberagaman Suku Dayak yang Selalu Harmonis

Poskaltim.id, Sendawar — Bagi masyarakat Dayak di Kabupaten Kutai Barat, asal mula penciptaan mereka ke dunia ini adalah berasal dari keturunan Tulur Jejangkat dan Mook Manaar Bulatn yang hadir pertama kalinya di dunia ini.

Tulur Jejangkat dan Mook Manaar Bulatn memiliki enam orang anak yaitu Swalas Guna yang menjadi sub suku Dayak Tunjung. Anak kedua menjadi sub suku Benuaq yang menyebut rumah panjang mereka dengan Lou.  Anak ke tiga menjadi sub suku Bahau, anak ke empat menjadi sub suku Oheng, anak ke lima menjadi sub suku Kenyah dan anak ke enam menjadi turunan sub suku Kutai.

Keenam anak Tulur Jejangkat dan Mook Manaar Bulatn tersebar tidak saja di Kabupaten Kutai Barat (Kubar)  kini, tetapi juga tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu,  hingga Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara.

Penggambaran leluhur mereka tersebut dapat dilihat di Taman Budaya Sendawar (TBS) yang berada di Kecamatan Barong Tongkok menjadi simbol persatuan dan kekeluargaan antar sub suku Dayak. Saat ini Kabupaten Kubar terdiri dari  kecamatan yaitu Kecamatan Barong Tongkok, Damai, Linggang Bigung, Long Iram, Melak, Muara Pahu, Jempang, Bongan, Bentian Besar, Muara lawa, Nyuatan, Mook Manor Bulatn, Penyinggahan, Sekolaq Darat, Siluq Ngurai dan Kecamatan Tering.  

“Taman Budaya Sendawar ini ibarat Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. Semua budaya Kutai Barat terangkum di TBS ini. Ada tujuh rumah panjang atau lamin sesuai dengan sub suku, yang menjadi identitas keenam anak Tulur Jejangkat dan Mook Manaar Bulatn,” jelas Seki, selaku Kepala Bidang Pemasaran Dinas pariwsata dan ekonomi Kreatif Kabupaten Kubar pada Sabtu (23/9/2023).

Seki (baju coklat) selaku Kabid Pemasaran Disparekraf Kubar, memandu rombongan wartawan dan travel agent saat kunjungan ke Taman Budaya Sendawar.

Seki menjadi pemandu kegiatan Famtrip Seri II Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yang membawa delapan awak media massa di Samarinda dan para pemilik agen travel dari Balikpapan dan Samarinda.

Dijelaskan Seki, di TBS ini terdapat enam rumah panjang sub suku Bahau, Benuaq, Kenyah, hingga lamin adat Melayu. Tiap rumah adat memiliki ornamen dan ukiran berbeda-beda. Pada lamin Dayak Tunjung misalnya, memilih hewan macan Dahan sebagai simbol sementara pada sub suku Dayak Benuaq memilih penampakan naga.

Ibu Seki yang memandu rombongan yang dibawa oleh Dispar Kaltim juga menjelaskan jika fungsi lamin atau rumah panjang ini sebagai tempat bermusyawarah mengambil keputusan jika terjadi perselisihan. Begitupun dengan beberapa ritual adat sebelum dan sesudah acara dilaksanakan.

Taman Budaya Sendawar yang dibangun sekitar tahun 2012 ini juga memiliki satu panggung besar yang berada di bagian belakang area dan menghadap halaman besar dari masing-masing rumah panjang. Panggung ini sering digunakan dalam berbagai acara mulai dari HUT Kabupaten Kubar hingga gelaran pesta adat tradisional dan modern.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi menjelaskan jika perjalanan ke Kutai Barat menggunakan kapal cepat (speedboat) untuk menghemat waktu dan para agen travel dapat menghitung waktu kunjungan. Biasanya perjalanan ke Kutai Barat dari Samarinda maupun Balikpapan ditempuh menggunakan kendaraan roda empat atau menggunakan transportasi sungai dengan kapal tradisional.

“Kami melihat potensi pariwisata di Kutai Barat ini sangat terbuka dalam mendatangkan wisatawan. Perjalanan kali ini sengaja menggunakan speedboat untuk merasakan perjalanan yang lebih cepat,” ujarnya.(Penulis: Yuliawan Andrianto)

 

About Redaksi

Check Also

Meriahnya Puncak Pesta Adat dan Budaya Lom Plai 2023

Poskaltim.id, Kutai Timur — Kegiatan Pesta Adat Lom Plai yang digelar di Desa Nehas Liah …

Luar Biasa, 30.000 Wisatawan Kunjungi Kota Batu

Poskaltim.id, Batu – Sebanyak 30 ribu wisatawan dari luar daerah mendatangi Kota Batu selama libur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *