Jubir Penanganan Percepatan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak

Peningkatan Kasus OTG di Kaltim Mengkhawatirkan

Poskaltim.id, Samarinda —   Peningkatan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Provinsi Kalimantan Timur dinilai cukup mengkhawatirkan mengingat orang dengan paparan ini rentan menjadi transmisi lokal terhadap orang lain. Hingga pekan kedua bulan Juni 2020, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mencatat telah terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada kasus OTG ini. 

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan dalam sebulan terakhir telah terjadi peningkatan kasus OTG yang cukup mengkhawatirkan.

“Peningkatan kasus OTG di Kaltim dalam sebulan terakhir cukup tinggi yaitu sebesar 26 persen. Padahal sebulan lalu prosentasenya masih 10 persen. Ini yang perlu kita waspadai saat ini karena penularannya cukup besar,” tegasnya dalam rilis harian Covid-19 Kaltim, Kamis (11/6).

Saat ini jumlah OTG di Kaltim sebanyak 913 karena ada penambahan kasus pada hari ini sebanyak 63 orang. Sedangkan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) penambahannya sebesar 5 persen dan terbanyak penambahan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebesar 69 persen.   

Dijelaskan Andi, OTG ini sangat potensial menularkan virus korona ke orang lain karena yang bersangkutan tidak memiliki gejala yang terlihat sebagaimana orang yang terpapar virus Covid-19.

“Perlu disikapi dan diwaspadai terhadap OTG ini dalam upaya kita menuju pelonggaran. Secara data, kasus OTG semakin banyak diantara kita. Orang-orang ini memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menyumbang terkonfirmasi positif. Upaya pelonggaran harus dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Menurutnya, diperlukan upaya kolektif masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi penularan di masyarakat. Caranya bisa dengan memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan rajin cuci tangan serta segera untuk membersihkan diri ketika tiba di rumah usai beraktivitas.

Dinas Kesehatan Kaltim bersama kabupaten/kota saat ini sedang merumuskan dan menyusun bagaimana penanganan orang-orang yang masuk ke Kaltim dan menuju kabupaten/kota, agar bisa didata dan diketahui kesehatannya.

“Orang Tanpa Gejala ini peningkatannya sangat mengkhawatirkan dalam sebulan terakhir. Sehingga kita perlu meningkatkan pengawasan ketika mereka masuk ke Kaltim. Ini yang sedang kita rumuskan bersama kabupaten/kota,” ujarnya.(Yuliawan Andrianto)

About Redaksi

Check Also

Tingkatkan Keterampilan, Fisipers Unmul Gelar Journalist Week

Poskaltim.id, Samarinda —  Setelah ditetapkan sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Fisipers langsung tancap gas dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *