Breaking News
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kaltim, Seno Aji menyambut baik pelatihan oleh DPMPD Kaltim yang terus menerus menyebarluaskan teknologi tepat guna kepada masyarakat.

Menjaga Warisan Budaya, Pelatihan Membatik Menyongsong IKN

Poskaltim.id, Tenggarong – Potensi warisan budaya membatik telah dimiliki bangsa Indonesia sejak ratusan tahun silam.  Kegiatan membatik menjadi usaha masyarakat mulai dari skala rumahan  hingga skala pabrik besar dan diproduksi secara massal.

Melihat potensi batik yang menjadi kekayaan masyarakat ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur (DPMPD Kaltim) menyelenggarakan pelatihan membatik bertempat di Hotel Elty Tenggarong, pada Senin (29/10/2022)

Acara  Workshop Teknologi Tepat Guna (TTG) Kerajinan Membatik yang digelar ini diikuti puluhan peserta dari pengurus Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek), para inovator, wakil pengurus PKK, dan peserta dari Kecamatan Sanga-Sanga, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, Loa Janan, serta perwakilan peserta dari  Samboja.

Dengan Workshop TTG ini dibuka oleh Kabid Usaha Ekonomi Masyarakat, Sumbar Daya Alam, Teknologi Tepat Guna,  DPMD Provinsi Kaltim, Elvis. Dikatakan Elvis  diharapkan setelah memperoleh pelatihan masyarakat menjadi mandiri dan dapat memproduksi batik  dengan corak dan bentuk masing-masing. Nantinya,  hasil membatik dapat dijual dan berujung pada peningkatan ekonomi keluarga.

Elvis mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Nomor 23 Tahun 2017 tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa.

Peraturan Menteri desa pembangunan Daerah tertinggal, tentang pengembangan dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam pengelolaan sumber daya Alam Desa. 

Sementara itu, anggota DPRD Kaltim Seno Aji yang menghadiri acara pelatihan ini  menyatakan kegiatan  yang dipilih tidak saja kerajinan membatik saja, namun ada juga pelatihan-pelatihan lainnya untuk membekali diri para pesertanya, terutama penyiapan SDM Kaltim menyongsong Ibu Kota Nusantara.

“Sebenarnya batik Kaltim mempunyai pasar-pasar tersendiri namun belum banyak pembatik yang dilatih, maka dari itu dipilih nya Kerajinan Batik dan juga Nilai jual nya dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) ini akan meningkat,” ujar Seno Aji saat di wawancarai media.(Penulis : Yuliawan Andrianto/adv)

 

About Redaksi

Check Also

Kaltim Berkomitmen Berikan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Poskaltim.id, Tanjung Redeb – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur (DPMPD Kaltim) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *