Breaking News

DPMPD Kaltim Perkenalkan Produk Basoh dan Tepasan dari Serai Wangi

Poskaltim.id, Tenggarong – Minyak atsiri dari olahan tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus) mulai digemari oleh beberapa Negara di dunia. Pasar ekspor  ekstrak Serai Wangi saat ini dikuasai oleh Thailand, yang terlebih dahulu memanfaatkan bahan ala mini menjadi beberapa produk seperti sabun, pengharum ruangan dan lain-lain.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur, (DPMPD Kaltim)  Anwar Sanusi mengatakan Kaltim sebenarnya memiliki prospek besar untuk melakukan ekspor olahan produk dari tanaman Serai Wangi ini.

“Kita siap melakukan branding dua diantara sekian produk yang dihasilkan dari Workshop Teknologi Tepat Guna (TTG) Membatik dan pelatihan pemanfaatan Serai Wangi, di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya usai acara pembukaan pada Jumat (4/10/2022).

Dijelaskan Anwar, dua produk tersebut masing-masing dinamai Basoh untuk cairan pencuci piring dan Tepasan untuk cairan cuci pakaian dari hasil penyulingan kandungan atsiri dari Serai Wangi.

“Dua produk ini akan di branding. Pemprov Kaltim melalui DPMPD Kaltim akan membantu mengenalkan Basoh dan Tepasan ini secara luas agar diminati pasar, minimal untuk kita dahulu di Kaltim,” harapnya.

Upaya branding ini, ujarnya tinggal bagaimana keberlangsungan produksi minyak atsiri dari tanamannya saja, jika didukung ketersediaan bahan bakunya maka produksinya dapat memenuhi kebutuhan pasar secara berkesinambungan.

Merk Basoh dan Tepasan dipilih sebagai satu kearifan lokal yang berasal  dari Bahasa Kutai, yang masing-masing mempunyai arti cuci piring dan cuci pakaian. Penggunaan nama ini sekaligus memperkenalkan kekayaan ragam bahasa Nusantara.

Anwar menilai pelatihan yang dilakukan oleh DPMPD Kaltim adalah peran peningkatan pemberdayaan masyarakat  dan masyarakat memiliki daya saing dan berinovasi sesuai bidang keahlian masing-masing.

DPMPD Kaltim sebagai penyelenggara kegiatan berharap peserta dapat memproduksi olahan minyak Serai Wangi yang dapat dilanjutkan menjadi beberapa produk lainnya seperti sabun cuci piring, pengharum pakaian, balsem, antiseptik dan alat suling sederhana

Karenanya dia berharap kegiatan Workshop TTG bisa terus dilaksanakan tahun-tahun mendatang. “Kalau masyarakat punya keahlian akan mudah mendatangkan peluang usaha. Dengan begitu masyarakat bisa punya penghuni. Target akhirnya bagaimana masyarakat bisa sejahtera,” ujar Anwar Sanusi.(adv/dpmpdkaltim)

 

 

 

About Redaksi

Check Also

Anggota Posyantek Ikuti Pelatihan Las, Bubut dan Robotik Berbasis TTG

Poskaltim.id, Samarinda — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur (DPMPD Kaltim)  melatih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *