Breaking News

DPMPD Kaltim Berharap Pelatihan TTG Dapat Tekan Inflasi

Poskaltim.id, Samarinda – Dalam pelatihan teknologi tepat guna yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur (DPMPD Kaltim) pada workshop TTG vertical garden, peserta diajarkan membuat rangkaian cara penanaman produk sayur mayur dan aneka bunga hias.

Kegiatan yang berlangsung sejak 29 Oktober hingga 3 November ini diharapkan akan mampu menekan tingkat inflasi yang berasal dari pengeluaran rumah tangga. Selama ini sayuran seperti kangkung, cabai, tomat dan beberapa sayuran lainnya menjadi penyumbang inflasi di Kaltim, khususnya di Samarinda dan Balikpapan.

Melalui rangkaian kegiatan pelatihan TTG yang diadakan oleh DPMPD Kaltim, peserta yang berjumlah 20 orang telah diberikan materi cara bercocok tanam di lahan sempit milik warga. Mulai dari sistem vertical garden (taman tegak), pembuatan media tanam, hingga pembuatan pupuk ramah lingkungan dari limbah rumah tangga.

“Cabai, bawang merah, dan bawang putih merupakan bahan pangan yang kerap menyumbang inflasi di Kaltim, sehingga melalui pelatihan ini, masyarakat bisa memproduksi berbagai jenis hortikultura,” ujar Penggerak Swadaya Masyarakat DPMPD Kaltim,  Helvin Syahruddin di Samarinda, Ahad  (30/10/2022).

Membudidayakan cabai sendiri di teras rumah maupun di halaman, diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan dalam upaya menekan angka inflasi dari pengeluaran rumah tangga.

Peserta diajarkan membuat pupuk komposter “Rotok Etam” yang merupakan perpaduan antara komposter dan media tanam. Diharapkan  masyarakat bisa menanam aneka jenis hortikultura apapun yang disukai, terutama komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, maupun sayur-mayur.

Rotok Etam adalah alat sederhana yang fungsinya sebagai pembuat kompos padat, kompos cair atau lindi, sekaligus berfungsi sebagai media tanam yang ramah lingkungan.

Dalam satu unit Rotok Etam,  bisa digunakan untuk menanam hingga delapan pokok tanaman, tergantung pada bibit apa yang ditanam. Misalnya untuk cabai idealnya hanya tiga bibit, namun kalau untuk sayur seperti sawi, bayam, dan wortel bisa sampai delapan pohon karena akarnya lebih sedikit.

Menurut Helvin, harga cabai akan naik ketika produksi dari daerah penghasil sedang turun, sementara permintaan masyarakat tinggi, hal ini juga berlaku untuk komoditas lain.

Namun, lanjutnya, ketika banyak warga yang membudidayakan cabai sendiri di teras rumah maupun di halaman, diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan dalam upaya menekan angka inflasi dari pengeluaran rumah tangga.

“Pelatihan ini digelar selama lima hari, mulai 29 Oktober hingga 3 November. Kegiatan ini memang memakan waktu lama agar 20 peserta pelatihan bisa langsung praktik mulai dari cara pembuatan Rotok Etam, mengatur komposisi media tanam, hingga budidaya tanamannya,” jelas Helvin.

Pelatihan yang dikemas dalam Workshop Teknologi Tepat Guna (TTG) Vertical Garden ini dipusatkan di Sekretariat PKK Kelurahan Bengkuring Raya, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.

Sedangkan pelatihnya dari sejumlah narasumber yang juga pelaku vertical garden di Samarinda, seperti Muhammad Taufik dari Kecamatan Samarinda Utara, kemudian Suminto dari Posyantek Kecamatan Sungai Pinang.(Penulis: Yuliawan Andrianto/Adv)

 

About Redaksi

Check Also

ukuran kepiting ekspor

DPMPD Kaltim Genjot Produksi Kepiting melalui Pelatihan Pemanfaatan TTG

Poskaltim.id, Anggana, Kukar – Tingginya permintaan ekspor kepiting bakau dari beberapa negara tetangga, Pemerintah Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *