Diperlukan Sinergi, Tantangan Ekonomi Tahun 2023 Lebih Berat

Poskaltim.id, Manggarai Barat —  Dinamika perekonomian global sejak tahun 2018 saat perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina menjadikan ekonomi global turun dan berdampak pula pada Indonesia. Hantaman penurunan ekonomi terus terasa manakala dunia disergap pandemi Covid-19 sejak 1019 hingga 2021.

Seiring dengan melandainya kasus Covid-19 setelah dilakukannya vaksinasi massal, maka perekonomian global termasuk Indonesia mulai bergerak kembali. Kontraksi ekonomi Indonesia memang terasa sejak tahun 2018, namun tidak sedalam yang diperkirakan.

“Pertumbuhan ekonomi kita memang mengalami kontraksi tetapi tidak sedalam Negara-negara lainnya.  Kita tetap solid dengan baik dan mudah-mudahan ekonomi kita dapat terus berjalan dengan baik,” ujar  Deputi Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Handri Adiwilaga dalam acara Capacity Building Wartawan Kaltim di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (13/12/2022).

Handri menambahkan, perang Rusia dan Ukraina yang belum berakhir dan adanya ancaman perang-perang lainnya seperti perang Cina dan Taiwan serta Korea Utara dan Korea Selatan, menjadikan ekonomi dunia dalam situasi tidak menentu di tahun 2023.

Berlanjutnya fragmentasi politik dan ekonomi serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju menyebabkan perekonomian dunia ke depan diperkirakan melambat disertai meningkatnya risiko resesi (slow growth).  

Tekanan inflasi masih akan tinggi ke depan (high inflation) memicu kebijakan suku bunga tinggi yang diperkirakan akan dipertahankan dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer).

Ditegaskan Handri, walaupun perekonomian Indonesia masih dinilai mampu terhadap goncangan ekonomi global, namun dirinya berharap pemerintah harus selalu waspada terhadap penurunan ekonomi global yang terancam mengalami resesi.

“Inflasi IHK November 2022 tercatat sebesar 5,42 persen  (yoy), lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,71 persen  (yoy). BI memandang inflasi 2022 akan lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan awal, meskipun masih di atas sasaran 3,0±1 persen.  Inflasi IHK diperkirakan akan kembali ke dalam sasaran 3,0±1 persen pada 2023,” jelas Handri.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Ricky P Gozali mengatakan yang harus dilakukan di daerah-daerah atas adanya ancaman memburuknya situasi  ekonomi dunia pada 2023 adalah meningkatkan koordinasi dan sinergi untuk menjaga inflasi yang berlebihan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Menjaga agar inflasi tidak tinggi ini, ujarnya diperlukan kesadaran masyarakat bersama pemerintah untuk bersama-sama menjaga distribusi pasokan pangan di daerah dan memberikan informasi kepada masyarakat pentingnya berbelanja kebutuhan pokok yang wajar dan tidak berlebihan.

“Di Kaltim ini yang juga perlu ditingkatkan menghadapi inflasi tinggi adalah meningkatkan  UMKM  menuju digitalisasi agar dapat menembus pasar nasional dan internasional,” ujarnya.

Ricky menyarankan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan digitalisasi dalam belanja APBD. Selain itu diperlukan juga menjaga nilai tukar rupiah dan menjaga  neraca pembayaran sehingga menjaga cadangan devisa terjaga dengan mengurangi impor.

Untuk meningkatkan neraca perdagangan maka perlu di dalam negeri meningkatkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara luas dan menciptakan rasa bangga dalam menggunakan barang dalam negeri. Selain itu, diperlukan juga inovasi-inovasi lainnya seperti pengembangan pupuk, hilirisasi produk dan peningkatan percepatan ekonomi syariah.

“Kita tetap optimis ekonomi 2023 terjaga karena indikasi-indikasi ekonomi nasional masih baik dan kita yakini akan baik. Tetapi kita juga tidak bisa lepas dari perekonomian global yang sedang bermasalah. Saat ini bagaimana kita mengurangi dampak ekonomi global terhadap ekonomi domestic,” ujar Ricky.(Penulis : Yuliawan Andrianto)  

 

About Redaksi

Check Also

Rektor Unmul Ajak Mahasiswa Berbagai Kampus Pahami Ekonomi Syariah

Poskaltim.id, Samarinda – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Prof Dr Abdunnur ,MSi. IPU ASEAN Eng …

Otorita IKN Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Perbankan Syariah

Poskaltim.id, Jakarta  —  Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *