ASITA Kaltim akan Hadiri Rakornas 2022 di Bandung

Poskaltim.id, Samarinda – Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies  (DPD ASITA) Provinsi Kalimantan Timur berencana akan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional ASITA.

Rakornas ini juga akan dirangkai dengan Perayaan HUT ke-51yang rencananya akan berlangsung di Asmila Boutique Hotel Hegarmanah Bandung, tanggal 6-7 Januari 2022.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies  (DPD ASITA) Provinsi, I Gusti Bagus Putra menjelaskan DPD ASITA Kaltim akan menghadiri Rakornas sebagai rapat tertinggi tingkat nasional yang akan menentukan arah organisasi ASITA ke depan.

“ASITA harus bangkit di saat negara dihabisi oleh Pandemi Covid-19, dunia pariwisata adalah yang paling terkena dampaknya, dan ini tekad agar ke depan ASITA terutama ASITA Kalimantan Timur bisa mensupport anggota agar kembali bangkit dalam melayani dunia pariwisata,” ucapnya, Senin (3/1/2022).

DPD ASITA seluruh Indonesia  akan kumpul di Rakornas yang mengambil tema dengan Rakornas kita wujudkan daya saing yang kuat dan tangguh dalam rangka menghadapi pandemi digital.

Ada 14 DPD ASITA se Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

”Selain membicarakan program kerja juga akan dirangkai dengan HUT ASITA ke-51. Rencananya akan ada dialog dengan Bapak Dr. Anang Sutono, CHE, Penasihat Senior Menteri Perekonomian dan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” jelas Putra.

Menurtt Putra, ASITA yang anggotanya adalah Biro Perjalanan Wisata (BPW) dan Agen Perjalanan Wisata (APW), kelihatan mulai kehilangan peran. BPW dan APW yang selama ini memainkan peran sebagai penghubung antara penyedia wisata dengan konsumen, telah diambil alih oleh sistem digital yang dioperasikan secara online.

“BPW dan APW tidak hanya menghadapi tantangan dari pandemi Covid 19, namun juga dari sistem online yang dioperasikan bukan oleh BPW dan APW. Agar ribuan perusahaan BPW dan APW yang menyerap jutaan tenaga kerja ini tidak gulung tikar, maka dibutuhkan strategi baru dalam menghadapi persaingan digital di tengah pandemi Covid 19,” ujarnya.(Penulis : Munanto)

About Redaksi

Check Also

Kampung Ketupat, Contoh Wisata Pemberdayaan Masyarakat

Suara mesin kapal di buritan cukup memekakkan telinga. Perjalanan sekitar 15 menit menyeberangi Sungai Mahakam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *