Breaking News
Kepala Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel Czi Rahmad Suhendro

Asik Bang, Sarana Perekat Kebangsaan Menghindari Intoleransi dan Radikalisme

Poskaltim.id, Samarinda – Sebanyak 15 peserta tampil bernyanyi dalam acara Aksi Musik Anak Bangsa (Asik Bang) yang merupakan agenda dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kalimantan Timur (FKPT Kaltim).

Acara yang sangat meriah ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi yang menyempatkan datang dan turut bernyanyi dan menunjukkan keahliannya dalam bermain alat musik drum.

Kepala Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel Czi. Rahmad Suhendro menjelaskan  acara ini merupakan silaturahmi anak bangsa di seluruh Indonesia untuk saling menjaga dan merekatkan diri agar dapat secara bersama mewaspadai radikalisme dan terorisme.

“Terorisme adalah kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime). Teroris bisa saja ditangkap dan dibunuh tetapi keyakinan masih terus tumbuh di kalangan keluarga dan teman-temannya,” ujar Rahmad saat pembukaan acara yang berlangsung di Warkop Bagio’s Samarinda, pada Rabu (2/11/2022).

Ditambahkannya, melalui musik diharapkan dapat mencegah kegiatan-kegiatan yang saling bermusuhan setiap anak bangsa. Negara Republik Indonesia terbentuk dan maju karena sebagai negara Bhineka Tunggal Ika.

Acara Asik Bang merupakan silaturahmi anak bangsa di seluruh Indonesia untuk saling menjaga dan merekatkan diri agar dapat secara bersama mewaspadai radikalisme dan terorisme.

“Ingat, paham radikalisme dan terorisme berkembang pada diri seseorang diawali dengan tidak toleransi. Padahal negara kita maju karena kita bertoleransi. Sehingga tidak boleh ada satu golongan yang merasa paling berhasil, paling berjuang sendiri,” tegasnya.

Nilai-nilai seni yang dipadukan dengan budaya lokal diyakini oleh BNPT adalah cara efektif untuk menangkal bahaya-bahaya intoleransi dan paham radikalisme serta terorisme. Dengan memanfaatkan budaya lokal, ujar Rahmad, diharapkan dapat seluruh anak bangsa tidak terpecah-belah.

“Anak muda yang mala mini berkreasi lewat musik saya titipkan satu saja, mari kita tingkatkan toleransi, hindari radikalisme. Karena dua hal ini menjadi penyebab utama seseorang menjadi teroris. Jadi kalau kita berbicara teroris, teroris tidak mengenal agama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Kaltim,  Ahmad Jubaidi mengatakan lomba Aksi Musik Anak Bangsa ini merupakan salah satu cara BNPT Republik Indonesia untuk melakukan pendekatan lunak (soft approach) kepada generasi muda agar terhindar dari paham radikalisme dan terorisme.

“Kegiatan Asik Bang ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Semoga kegiatan kita di Kaltim dapat meriah dan berjalan lancar serta nantinya dapat menuju Asik Bang tingkat nasional,” harap Jubaidi.(Penulis : Erni Dia Lestari)

About Redaksi

Check Also

ukuran kepiting ekspor

DPMPD Kaltim Genjot Produksi Kepiting melalui Pelatihan Pemanfaatan TTG

Poskaltim.id, Anggana, Kukar – Tingginya permintaan ekspor kepiting bakau dari beberapa negara tetangga, Pemerintah Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *